
Ratnawati Sutedjo
Berawal dari Nazar, Kini Produk Merambah sampai ke AS
Precious One yang hampir dua dekade dikomandoi Ratnawati Sutedjo kini juga bisa membantu UMKM disabilitas di berbagai daerah.
RATNAWATI Sutedjo percaya bahwa tak ada yang kebetulan di dunia ini. Termasuk saat dia harus terbaring lemah selama dua bulan karena sakit hepatitis A yang dideritanya pada 2001.
’’Kalau aku saja yang anggota tubuhnya lengkap merasa seperti ini, bagaimana ya dengan teman-teman disabilitas? Bagaimana ya perasaannya,’’ pikirnya ketika itu.
Ratna pun bernazar, kalau sembuh, dirinya akan membantu kalangan difabel. Dan, takdir pun membawanya bertemu salah seorang teman disabilitas dari seorang rekan kerjanya.
Dia pun teringat kembali pada nazarnya. Sebagai langkah awal, Ratna mantap mengikuti kelas bahasa isyarat.
Pelan tapi pasti, nazar itu mulai diwujudkannya. Sekitar 2004, Ratna pun mendirikan Precious One yang merupakan yayasan untuk pemberdayaan para penyandang disabilitas.
Precious One menjadi wadah bagi teman-teman difabel untuk membuat berbagai produk. Mulai dari aksesori, bantal, pakaian, pernak-pernik rumah, hingga camilan.
’’Di masa awal, saat saya masih kerja kantoran, saya datang lebih pagi dan pulang lebih malam untuk membantu pekerjaan. Saat itu baru satu teman tuli yang kerja dengan saya,’’ imbuh perempuan 49 tahun itu.
Awalnya, produk Precious One hanya sebatas aksesori dan kartu ucapan. Lambat laun, jenis produk pun berkembang. Otomatis konsumen juga meluas.
Ratna pun memberanikan diri keluar dari pekerjaan dan memantapkan langkahnya sebagai sociopreneur untuk membantu para teman tuli. Hingga saat ini, sudah ada ratusan jenis produk yang dihasilkan Precious One.
Hati Ratna makin ayem ketika Precious One bisa menembus pasar luar negeri. Selain Singapura, produk Precious One kini sudah merambah ke AS.
Yang juga melegakan Ratna, hampir dua dekade mengomandoi, kini Precious One turut membantu UMKM (usaha menengah, kecil, dan mikro) disabilitas di berbagai daerah. Semua dilakukan secara independen, tanpa ada pendampingan maupun bantuan biaya dari pemerintah.
Ke depan, mimpi Ratna bersama Precious One masih panjang. ’’Ketika melihat teman disabilitas, tolong jangan bukan hanya berpikir kasihan, tapi juga barengi dengan dukungan agar mereka bisa berkarya,’’ tuturnya. (dee/c17/ttg)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
