
Kebakaran Pesing.(BPBD DKI Jakarta)
JawaPos.com - Kebakaran besar di Jalan Pesing Garden, RT 014 RW 002, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (6/4) malam, ternyata diakibatkan kelalaian. Pasalnya, kobaran api bermula karena kompor yang tak dimatikan penghuni rumah.
"Penyebab, kompor yang ditinggal sewaktu memasak," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (7/4).
Atas kejadian tersebut, api kemudian merembet ke permukiman padat di sekitar rumah itu yang akhirnya membuat total 40 hunian luluh-lantak dilahap si jago merah.
"Objek terdampak, bangunan 40 rumah. Jumlah pengungsi 30 KK/100 jiwa," kata Isnawa.
Adapun rincian dari para pengungsi tersebut adalah laki-laki berjumlah 39 orang, perempuan, 30 orang, balita 10 orang, anak-anak 18 orang, ibu hamil 2 orang, dan disabilitas 1 orang (Laki-laki Umur 48 Tahun).
"Lokasi pengungsian, tenda BPBD berlokasi di RT 15 RW 02, tenda Dinsos/Tagana berlokasi di RT 13 RW 02," jelas Isnawa.
Ia memastikan bahwa segala bantuan untuk bertahan hidup warga yang terdampak kebakaran tersebut sudah tersalurkan di pengungsian.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
