JawaPos.com - Nurcahyati, 21, seorang pekerja migran Indonesia (PMI), asal Kabupaten Serang, Provinsi Banten menjadi korban kekerasan dari majikannya di Riyadh, Arab Saudi. Atas kejadian yang menimpa Nurcahyati tersebut, sang suami pun meminta agar istrinya dipulangkan ke tanah air.
Nasrullah, suami isteri Nurcahyati seorang pekerja migran di Arab Saudi mendambakan bisa kembali ke Tanah Air, karena mengalami kekerasan dari majikanya.
"Kami berharap korban ada bantuan untuk memulangkan ke Tanah Air," kata Nasrullah,25, suami Nurcahyati di kediamannya di Desa Wanayasa, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, dikutip dari Antara, Rabu (5/4).
Sebagai buruh migran yang bekerja sembilan bulan lalu di Riyadh, Arab Saudi, sebetulnya Nurcahyati menginginkan pulang ke Tanah Air pada masa kerja satu bulan.
Musababnya, majikannya kerap memarahi hingga melakukan kekerasan fisik, seperti memukul wajah, menendang dan menjambak rambutnya.
Selain itu juga melarang berkomunikasi dengan keluarganya di Indonesia.
"Saya pernah berkomunikasi satu bulan lalu dengan menelepon isteri, namun diketahui majikannya, kemudian isteri saya tiba-tiba berteriak meminta tolong dan meminta ampun," kata Nasrullah.
Menurut dia, peristiwa kekerasan yang dilakukan majikannya terhadap isterinya itu sempat direkam dengan membiarkan telepon terus berlanjut.
Selanjutnya, telepon melalui whatsapp tersebut dimatikan oleh majikannya.
Nasrullah mengatakan, bahwa isterinya bercerita tindakan kekerasan yang dilakukan majikannya itu tidak manusiawi dengan melakukan perbuatan memukul bagian wajah, menjambak rambut.
Perbuatan yang dilakukan majikan itu saat isterinya menelepon keluarga dan kondisinya sedang beristirahat.
"Kami berharap pemerintah maupun serikat tenaga migran bisa kembali isterinya ke Tanah Air," katanya.
Sementara itu, Darbiyah, 41, orang tua Nurcahyati yang juga pernah bekerja tenaga migran, menyatakan dirinya mencoba berkomunikasi melalui telepon dengan majikannya.
Namun, majikannya merespon dengan meminta sejumlah uang agar dapat memulangkan anaknya.
"Saya telepon majikannya, tapi saat itu majikannya malah meminta uang senilai Rp 60 juta untuk membayar denda dan agar dapat memulangkan anaknya," ujarnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
