
mahkamahagung.go.id
JawaPos.com - Pengetatan keamanan gedung Mahkamah Agung (MA) oleh personel TNImenuai kritik. Mantan pimpinan Komisi Yudisial (KY) Imam Anshori Saleh menduga, pengetatan keamanan di lembaga kekuasaan kehakiman itu buntut dari operasi tangkap tangan (OTT), terhadap Hakim Agung Sudrajad Dimyati.
Imam pun mempertanyakan alasan MA menggunakan kekuataan TNI. Seharusnya MA tidak berlebihan dalam melakukan pengamanan di lembaga tertinggi peradilan itu.
"MA kok terkesan nggak ngerti tupoksi TNI. Aneh membaca berita MA dijaga oleh tentara, alasannya kata jubir MA Andi Samson Nganro agar hakim-hakim di MA dapat bekerja dengan tenang," kata Imam kepada wartawan, Kamis (10/11).
"Patut dipertanyakan, masa sih tentara nggak tahu tupoksi TNI? Sebagaimana diatur dalam UU Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI Pasal 6 sampai 8 UU tersebut, tidak satu pun tupoksi yang menugasi TNI melakukan pengamanan terhadap Kementerian/Lembaga," tegasnya.
Imam menegaskan, tugas TNI adalah menegakkan kedaulatan, keutuhan wilayah dan melindungi bangsa dari ancaman. Sebab, TNI pada dasarnya memiliki tugas di bidang pertahanan.
"Sudah jelas dalam peraturan perundangan kita fungsi pengamanan dilakukan oleh Polri, sedangkan tentara sesuai UU TNI memiliki tugas di bidang pertahanan. Seolah MA tidak lagi mempercayai Polri," papar Imam.
Imam lantas berpendapat, pimpinan di MA merasa lebih aman mendapat pengamanan dari tentara. Sehingga tidak khawatir kantornya dilakukan penggeledahan oleh aparat penegak hukum, seperti KPK, Polri dan Kejaksaan Agung.
"Sehingga tidak khawatir kalau misalnya ada upaya OTT, penggeledahan dan sejenisnya oleh penegak hukum seperti KPK, Kejaksaan atau Kepolisian. Apalagi beberapa kali ada hakim agung dan staf MA yang terlilit kasus hukum," beber Imam.
Imam meminta, MA menyerahkan pengamanan di lingkungannya kepada Polri. Dia mengimbau, MA tidak mengambil jalan pintas melangkahi kewenangan Polri.
"Serahkan sajalah pengamanan MA kepada Polri. Toh dalam hal tertentu Polri dapat minta BKO dari TNI. Jangan sampai MA mengambil jalan pintas melangkahi kewenangan Polri," pungkas Imam.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
