
Jubir KPK Budi Prasetyo saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (11/3/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memandang upaya pemberantasan korupsi dan penegakan kode etik aparatur peradilan merupakan dua hal yang memiliki korelasi yang sangat kuat. Hal ini seiring pemeriksaan etik yang dilakukan Komisi Yudisial (KY) terhadap Ketua dan Wakil Pengadilan Negeri (PN) Depok yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa langkah penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana korupsi tidak dapat dipisahkan dari pengawasan etik terhadap aparat peradilan. Menurutnya, kedua proses tersebut perlu berjalan secara beriringan agar akuntabilitas lembaga peradilan dapat ditegakkan secara menyeluruh.
“KPK memandang upaya pemberantasan korupsi dan penegakan kode etik aparatur peradilan merupakan dua hal yang memiliki korelasi yang sangat kuat,” kata Budi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (13/3).
Ia menegaskan, penegakan hukum yang dilakukan KPK dalam dugaan tindak pidana korupsi perlu berjalan beriringan dengan proses penegakan etik oleh lembaga yang memiliki kewenangan mengawasi hakim.
“Penegakan hukum yang dilakukan KPK dalam dugaan tindak pidana korupsi penting berjalan beriringan dengan penegakan etik oleh lembaga yang memiliki kewenangan pengawasan terhadap hakim, sehingga integritas lembaga peradilan dapat terus dijaga,” ujarnya.
Menurut Budi, pemeriksaan yang dilakukan Komisi Yudisial (KY) merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan setiap dugaan pelanggaran, baik pidana maupun etik, dapat ditangani secara menyeluruh.
“Sehubungan dengan pemeriksaan yang dilakukan Komisi Yudisial terhadap Ketua dan Wakil Ketua PN Depok yang ditetapkan tersangka oleh KPK dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait eksekusi sengketa lahan, KPK memandang langkah tersebut sebagai bagian dari sinergi antarlembaga dalam memastikan akuntabilitas dan integritas aparat penegak hukum,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kerja sama antar lembaga penegak hukum sangat penting agar proses penanganan perkara tidak hanya berfokus pada aspek pidana, tetapi juga pada pelanggaran kode etik profesi.
“Kerja bersama ini penting agar proses penanganan perkara berjalan komprehensif, baik dari aspek penegakan hukum pidana maupun penegakan kode etik profesi,” jelas Budi.
KPK juga memastikan akan terus menjalin koordinasi dengan Komisi Yudisial untuk mendukung proses hukum yang sedang berjalan serta memperkuat langkah pencegahan korupsi di sektor peradilan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022