
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana
JawaPos.com - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana memilih tidak pergi mudik dan menetap di Jakarta saat momentum perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Ivan menyampaikan, dirinya harus tetap memantau aliran uang mencurigakan saat momentum Lebaran.
"Saya enggak mudik, karena kan mertua baru meninggal tahun lalu dan sebelum Lebaran saya sudah ke Ngawi. Saya harus stand by di kantor, saya di Jakarta saja. Orang tua saya kebetulan di Jakarta," kata Ivan dihubungi JawaPos.com, Minggu (1/5).
Ivan mengucapkan rasa syukur, yang telah berkarier di PPATK selama 15 tahun bisa menduduki pucuk pimpinan. Mantan Deputi Bidang Pemberantasan di PPATK ini melantunkan doa, agar para insan PPATK bisa selalu menjaga integritas.
"Kali ini kan lebaran pertama saya sebagai Kepala PPATK ya, jadi ya saya lebih khidmat, lebih mensyukuri apa yang sudah dicapai selama ini, terus kemudian berdoa PPATK bisa selalu menjaga integritasnya selalu dilindungi," ucap Ivan.
Ivan mengaku pihaknya tidak ingin lengah dalam memantau aliran uang mencurigakan. Karena itu, pihaknya tetap membuka sistem agar para pegawainya tetap bisa bekerja meski di tengah libur Lebaran.
Di tengah kesibukannya yang padat, kata Ivan, momentum Lebaran selalu rindu dengan hidangan ketupat dan tak kalah ketinggalan sambal goreng kentang yang juga harus ada petainya di setiap masakan.
"Makanan saya ya sama saja ketupat, yang penting ada petainya kan. Harus ada petainya, jadi sambal goreng kentang apapun itu ada petainya, ciri khas Idul Fitri," ungkap Ivan.
Ivan membeberkan, dalam dua tahun terakhir lembaganya disibukkan dengan penganan pandemi, khususnya terkait aliran dana fasilitas kesehatan dam pengadaan vaksin. Ivan tak ingin, adanya aliran uang mencurigakan dalam pengadaan fasilitas kesehatan dalam menangani permasalahan pandemi.
"Jangan sampai ini dimanfaatkan oleh para pelaku tindak pidana. Jadi teman-teman selama dua tahun, walaupun pandemi walaupun WFH, teman-teman melakukan pemeriksaan analisis kasus-kasus," tegas Ivan.
Ivan tak menampik, Hari Raya Idul Fitri kerap dimanfaatkan pelaku tindak pidana menjalankan aksinya. Karena itu, pihaknya tidak ingin lengah dalam mengawasi aliran uang mencurigakan.
"PPATK tetap bekerja karena kita kan juga tidak benar-benar, walaupun seminggu ini libur, sistem tetap dibuka dan teman-teman tetap bekerja dari jarak jauh. Tetap memantaj aliran uang, kita tidak mau lengah," pungkas Ivan.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
