
Utusan Khusus PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana, Mami Mizutori meninjau langsung sistem peringatan dini tsunami atau tsunami early warning system (TEWS) di Bali. (Istimewa)
JawaPos.com - Fasilitas sirine menjadi bagian dari sistem peringatan dini tsunami yang ditempatkan di kawasan Serangan, Denpasar, Bali. Sistem tersebut diharapkan dapat mendorong aksi dini untuk keselamatan warga saat bencana tiba.
Utusan Khusus PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana, Mami Mizutori meninjau langsung sistem peringatan dini tsunami atau tsunami early warning system (TEWS). Fasilitas lain yang ada di kawasan itu yaitu tempat evakuasi sementara (TES) dan rambu yang mengarahkan ke arah evakuasi.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, saat ini terdapat 9 TEWSnyang dioperasikan oleh pemerintah daerah setempat. TEWS yang ada di Bali menjadi back-up systemnuntuk Indonesia Tsunami Early Warning System atau INA-TEWS.
“Sampai saat ini kita terus kembangkam teknologi untuk alat peringatan dini tsunami sehingga kita siap menghadapi berbagai ancaman bencana dengan zero victim,” ujar Dwikorita.
Sementara itu, Mami mengatakan, kita selalu mengupayakan untuk memperbaharui dan memperkuat alat peringatan dini untuk melindungi negara. Diharapkan dengan alat peringatan dini yang baik dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat.
Tentunya alat peringatan dini tidak akan efektif tanpa respons aktif masyarakat dalam menyikapi sinyal yang diberikan. “Tanpa aksi, EWS menjadi tidak ada gunanya. Mari bersama kita tingkatkan kesadaran global dalam merespons sinyal EWS sehingga masyarakat dapat terlindungi dari ancaman bencana,” kata Mami.
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati menunjukkan aplikasi inaRISK kepada Utusan Khusus PBB. “Aplikasi ini bermanfaat untuk melihat potensi bahaya di sekitar kita,” ujar Raditya.
Tampak pada aplikasi tersebut, kawasan Serangan memilik potensi ancaman bahaya tsunami dengan kategori sedang hingga tinggi. Fasilitas TES yang ada di tengah pemukiman warga telah dibangun sejak 2015. TES ini memiliki empat lantai sebagai tempat evakuasi masyarakat setempat ketika terjadi ancaman tsunami.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022