Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 April 2022 | 18.46 WIB

DPR Jamin Tak Ada Penundaan Pemilu 2024

Aksi demo mahasiswa yang digelar di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, pada Senin (11/4/2021). Demo yang berakhir ricuh ini, Ada empat poin tuntutan yang disampaikan mahasiswa FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS - Image

Aksi demo mahasiswa yang digelar di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, pada Senin (11/4/2021). Demo yang berakhir ricuh ini, Ada empat poin tuntutan yang disampaikan mahasiswa FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

Ada Penyusup, Demo 11 April Ricuh, Pos Polisi Terbakar


JawaPos.com – Demonstrasi di depan gedung DPR kemarin (11/4) berakhir ricuh. Kerusuhan terjadi setelah massa dari mahasiswa membubarkan diri. Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando yang berada di lokasi menjadi korban amuk massa. Dia dikeroyok hingga babak belur dan nyaris ditelanjangi. Pelaku diduga sekelompok orang yang menunggangi aksi unjuk rasa mahasiswa.

Pantauan Jawa Pos menunjukkan, aksi demonstrasi awalnya berlangsung tertib. Mahasiswa dari berbagai kampus mulai berdatangan sekitar pukul 13.00. Mereka berkumpul di depan gerbang utama gedung DPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Mahasiswa kemudian memasang berbagai spanduk di gerbang dan pagar besi kompleks parlemen Senayan. Beberapa di antaranya bertulisan Masa jabatan itu bukan sembako yang terus naik; Rakyat bangkit melawan; Onlyfans cepat, mafia minyak lama; dan sejumlah tulisan lain yang mengkritik kebijakan pemerintah.

Selanjutnya, perwakilan mahasiswa bergantian menyampaikan orasi di atas mobil komando. Mereka menuntut DPR dan pemerintah tidak mengamandemen konstitusi untuk memperpanjang masa jabatan presiden. Mahasiswa juga menuntut pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok, khususnya minyak goreng. ”Menteri perdagangan berjanji menangkap mafia minyak goreng, tapi sampai sekarang tidak ditangkap,” teriak seorang orator.

Mahasiswa meminta perwakilan pimpinan DPR menemui mereka. Mahasiswa juga mulai mendorong dan menggoyang pintu gerbang. ”Dorong terus, teman-teman mahasiswa,” seru seorang orator. ”Mana Puan Maharani (ketua DPR, Red), mana Puan Maharani?” teriak mahasiswa yang lain.

Photo

TENANGKAN MASSA: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan pimpinan DPR menemui pengunjuk rasa kemarin. (HENDRA EKA/JAWA POS)

Sekitar pukul 14.30, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Rachmat Gobel, dan Lodewijk Freidrich Paulus serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menemui para pengunjuk rasa. Mereka berempat naik ke atas mobil komando.

Ketika Dasco hendak menyampaikan pidatonya, massa yang berada di sisi barat tidak mau diam. Mereka terus berteriak-teriak. Mereka yang berteriak itu tidak membawa atribut kampus. Ulah mereka membuat Dasco kesal. ”Teman-teman datang ke sini kan untuk menyampaikan aspirasi. Tapi, karena tidak mau diam, berarti datang bukan untuk menyampaikan aspirasi,” ucapnya.

Koordinator aksi yang berada di atas mobil komando berusaha menenangkan massa. Setelah tenang, Dasco kemudian menyampaikan pidatonya. Dasco mengatakan, pihaknya memastikan, tidak akan ada penundaan pemilu dan tidak ada perpanjangan masa jabatan presiden hingga tiga periode. ”DPR berkomitmen mematuhi konstitusi yang berlaku di Indonesia,” ujarnya.

Dasco melanjutkan, Presiden Jokowi juga akan melantik anggota KPU dan Bawaslu hari ini di istana. Hal itu menunjukkan bahwa pemerintah dan DPR berkomitmen menyelenggarakan Pemilu 2024 sesuai dengan tahapan dan peraturan perundang-undangan.

Pimpinan DPR, tegas Dasco, juga akan menyampaikan aspirasi para mahasiswa. ”Kami akan pantau agar harga-harga tidak naik menjelang Lebaran,” ucapnya. Sejumlah orang pun meneriaki Dasco. ”Bohong, bohong, pencitraan, jangan bohong, ini bulan Ramadan,” teriak yang lain.

Selanjutnya, Kapolri Listyo Sigit mengatakan bahwa pihaknya mendukung mahasiswa yang sudah menyampaikan aspirasi kepada DPR. Menurut dia, suara mahasiswa adalah suara akademisi. Dia memastikan bahwa aksi tersebut berjalan aman. Kapolri juga meminta anak buahnya menjaga dan mengawal para mahasiswa. ”Kami siap mengawal aspirasi mahasiswa,” tegasnya.

Sekitar pukul 15.00, perwakilan mahasiswa yang berada di atas mobil komando pun menutup orasi sebagai tanda aksi unjuk rasa selesai. Namun, massa di sisi barat mobil komando tidak terima. Mereka terus berteriak-teriak dan melempari mahasiswa yang ada di atas mobil dengan botol. Para mahasiswa berusaha menghindar dan bergerak ke arah Semanggi.

Namun, massa di luar mahasiswa itu terus melempari mereka dengan berbagai benda yang ada. Selanjutnya, massa yang sebagian mengenakan seragam abu-abu seperti anak SMA atau SMK tersebut mendorong pintu gerbang DPR. Mereka juga melemparkan botol dan batu ke arah kompleks parlemen.

Sekitar pukul 15.30, Jawa Pos melihat Ade Armando bersama tiga rekannya yang mengenakan pakaian serbahitam mendatangi pintu gerbang DPR. Dia kemudian bergeser ke sisi barat pintu gerbang, lokasi yang menjadi tempat massa di luar mahasiswa.

Photo

BABAK BELUR: Ade Armando dibopong polisi setelah dikeroyok demonstran. (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

Di saat kondisi panas itu, Ade Armando terlibat adu mulut dengan massa aksi. Mereka menyebut Ade sebagai buzzer, munafik, dan penjilat. Ade tidak terima. Tiga anak muda yang menemani Ade mengajak dosen UI itu menjauh. Tapi, sejumlah orang melemparinya, kemudian memukulnya dan menendangnya bertubi-tubi. Bahkan, ketika Ade sudah tidak berdaya, mereka tetap memukul. Ade pun terjatuh dengan wajah lebam dan berdarah. Mereka juga melorot celana panjang Ade hingga tinggal mengenakan celana dalam.

Dalam kondisi kritis itu, aparat kepolisian berusaha menyelamatkan Ade. Dia dibawa ke dalam kompleks parlemen. Namun, massa yang tidak terima terus melempari aparat dengan batu. Sejumlah aparat terluka. Kepala mereka bocor terkena lemparan batu. Tenaga medis bergerak cepat memberikan pertolongan kepada Ade dan polisi yang terluka. Selanjutnya, dosen yang juga pegiat media sosial itu dibawa ke rumah sakit.

Karena massa kian beringas, polisi akhirnya mengerahkan meriam air (water cannon) dan menyemprot para demonstran. Aparat juga menembakkan gas air mata. Mereka dipukul mundur ke arah Semanggi. Sebagian ke arah Slipi. Namun, massa tetap melakukan perlawanan. Mereka juga berusaha masuk ke jalan tol.

Bahkan, ada sebagian yang masuk gang ke arah perkampungan di seberang utara pintu gerbang DPR. Mereka terus bertahan di beberapa lokasi sampai malam. Sampai berita ini ditulis sekitar pukul 20.30 tadi malam, massa masih bertahan. Mereka bahkan membakar Pos Polisi Pejompongan.

Sementara itu, terkait pengeroyokan Ade Armando, Kadivhumas Polri Irjen Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa aksi pengeroyokan setelah bubarnya demonstrasi tersebut akan diselidiki. Siapa pun yang terlibat dalam kekerasan itu akan diproses sesuai hukum yang berlaku. ”Proses semua,” tandasnya.

Kasus itu akan ditangani Polda Metro Jaya. Dedi mengatakan, Polda Metro Jaya juga bertugas mengamankan aksi unjuk rasa 11 April di Jakarta. ”Kalau terbukti, tentu dipidana,” ucapnya.

Photo

Massa saat mencoba menerobos kompleks Parlemen di Jakarta, Senin (11/4/2022). Dalam aksinya mereka menuntut penurunan harga bahan pangan, menolak isu perpanjangan masa jabatan presiden. (Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Selain aksi kekerasan terhadap Ade Armando, Polri menemukan adanya penyusup dalam aksi demo kemarin. Kapolri mengatakan, sudah ada dua penyusup yang diamankan. ”Penyusup membawa senjata tajam, sedang kami dalami,” ujar Sigit. Dia tidak ingin aksi demo mahasiswa tersebut disusupi. Sehingga mahasiswa benar-benar bisa menyampaikan aspirasinya. ”Tidak boleh ada tumpang-tumpangan yang memanfaatkan mahasiswa. Kita jaga,” tegasnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengungkapkan, pelaku pengeroyokan terhadap Ade bukan mahasiswa. ”Ada sekelompok massa yang kami sudah identifikasi melakukan pengeroyokan dan penganiayaan kepada Saudara Ade Armando,” bebernya.

Fadil menyebutkan, pengeroyokan terjadi setelah mahasiswa selesai menyampaikan aspirasi ke DPR. Pada momen massa berkumpul itu, Ade mengalami tindak kekerasan. ”Yang bersangkutan dipukul, diinjak, terluka di kepala. Sehingga kami melakukan tindakan-tindakan terukur untuk menyelamatkan nyawa yang bersangkutan,” tuturnya.

Semalam, identitas empat orang terduga pelaku pengeroyokan Ade Armando telah tersebar di media sosial. Masing-masing berinisial D, AP, TSB, dan AL. Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan mengakui, empat orang terduga pelaku pengeroyokan telah teridentifikasi. Kapolda Metro Jaya juga sudah memerintah anggotanya menangkap empat terduga pengeroyok tadi malam.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore