
Ilustrasi Partai Nasdem
JawaPos.com - Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali merespons pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengancam akan merombak alias reshuffle menteri di Kabinet Indonesia Maju. Dia mengklaim, kader partainya sudah bekerja optimal dalam membantu pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.
Sejumlah menteri dari Partai NasDem yang membantu Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf di antaranya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G Plate.
"NasDem itu sahabat dari Pak Jokowi. Sahabat itu klo kata Pak Surya, sahabat itu adalah teman dalam susah maupun senang. Sehingga kemudian kalau ada hal-hal seperti itu, karena kami merasa adalah sahabat dari Pak Jokowi, kami tidak pernah terganggu," kata Ahmad Ali dikonfirmasi, Minggu (27/3).
"Karena Pak Jokowi tahu bagaimana ketulusan NasDem bersahabat dengan beliau. Dan kami juga tahu bagaimana ketulusan Pak Jokowi bersahabat dengan NasDem," sambungnya.
Ahmad Ali meyakini, kader Partai NasDem yang menduduki posisi menteri di Kabinet Indonesia Maju tidak akan terganggu. Dia pun mengklaim, kinerja kader NasDem yang membantu Jokowi-Ma'ruf di Pemerintahan tidak mengecewakan.
"Alhamdulillah juga tidak ada yang mengecewakan," klaim Ahmad Ali.
Meski demikian, Ahmad Ali menyampaikan urusan reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi. Partai NasDem tidak bisa mencampuri jika Presiden Jokowi ingin merombak kabinetnya.
"Tetapi kembali lagi bahwa urusan reshuffle kabinet itu adalah prerogratif presiden. Tidak bisa dicampuri oleh siapapun, itu adalah hak mutlak oleh presiden," ucap Ahmad Ali.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengancam akan melakukan perombakan kabinet jika para menterinya masih melakukan pengadaan barang dan jasa melalui impor untuk kebutuhan kementerian. Kepala negara tak segan mengganti kepala instansi maupun menteri yang masih melakukan pengadaan barang dan jasa melalui impor.
"Saya sampaikan ke menteri BUMN, dah ganti dirutnya, ganti, ngapain kita? Kementerian, sama saja tapi itu bagian saya itu. Reshuffle, sudah heeh saya itu, kayak gini gak bisa jalan," kata Jokowi saat memberikan pengarahan dalam acara Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia yang digelar di Bali, Jumat (25/3) lalu.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta kepada para menteri, gubernur, wali kota dan bupati untuk memasukkan kebutuhan pengadaan barang dan jasa melalui sistem e-catalog. Sehingga produk dalam negeri diharapkan bisa terdorong.
"Masukkan sebanyak-banyak. Saya minta kepada Kepala LKPP, Pak Nas, kemarin 50 ribu sudah loncat ke 161 ribu masuk e-catalog, akhir tahun harus bisa sampai tembus 1 juta, lompatannya harus begitu, kepala daerah gubernur, wali kota, bupati ambil UKM-UKM kita yang baik-baik masuk ke e-catalog," tegas Jokowi menandaskan.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
