Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 Februari 2022 | 19.49 WIB

Prambanan dan Borobudur Bisa Dipakai Kegiatan Umat Hindu dan Budha

Wisatawan mengunjungi candi Prambanan, Sleman, Rabu (1/7). Setelah ditutup selama tiga bulan akibat pandemi virus covid-19 kini kawasan objek wisata Candi Prambanan mulai dibuka dengan menjalankan protokol kesehatan (Foto: Elang Kharisma Dewangga). - Image

Wisatawan mengunjungi candi Prambanan, Sleman, Rabu (1/7). Setelah ditutup selama tiga bulan akibat pandemi virus covid-19 kini kawasan objek wisata Candi Prambanan mulai dibuka dengan menjalankan protokol kesehatan (Foto: Elang Kharisma Dewangga).

JawaPos.com - Pemerintah menyepakati Candi Prambanan dan Borobudur dapat dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan umat Hindu dan Budha se-dunia. Kesepakatan ini tertuang dalam Nota Kesepakatan (MoU) Pemanfaatan Candi Prambanan dan Candi Borobudur untuk Kepentingan Agama Umat Hindu dan Umat Budha Indonesia dan Dunia.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik penandatangaan MoU tersebut. Menurutnya, ini akan lebih menguatkan keselarasan dan kerjasama semua pihak untuk bersama-sama mengembangkan dan memanfaatkan candi dalam perspektif nilai spiritual kebudayaan.

"Melalui Nota Kesepakatan ini, semua stakeholder dapat mengidentifikasi peran dan ruang yang dapat diakses masing-masing," ungkap pria yang akrab disapa Gus Cholil tersebut, Minggu (13/2).

Khusus kepada umat Hindu dan umat Budha beserta seluruh organisasi keagamaannya, ia berharap dapat mengambil momentum ini untuk menggelar berbagai aktivitas keagamaan. "Silakan mempersiapkan berbagai agenda untuk ibadah keagamaan umat Hindu dan umat Budha Indonesia serta dunia," imbuhnya.

Dirinya pun menambahkan, pemanfaatan Candi Prambanan dan Candi Borobudur untuk kegiatan keagamaan ini adalah salah satu langkah nyata pemerintah dalam merealisasikan program strategis destinasi wisata superprioritas yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Candi Prambanan dan Candi Borobudur ini memang secara nyata memiliki kelebihan luar biasa. Baik dalam hal nilai spiritual, kebudayaaan, dan keindahan alamnya," tutur Gus Cholil.

Pengembangan dan pemanfaatan destinasi religi Candi Prambanan dan Candi Borobudur secara integratif dan inklusif ini, kata dia, harus dimaknai sebagai salah satu aspek penting dalam program pelestarian candi. Juga sebagai cagar budaya, peninggalan luhur nenek moyang bangsa Indonesia yang sekaligus menjadi warisan dunia.

Ia bersyukur, Candi Prambanan dan Borobudur sudah bisa dimanfaatkan untuk giat keagamaan umat Hindu dan Budha dunia. Selain menunjukkan bagaimana Indonesia memiliki keragaman budaya yang luar biasa, hal ini juga menunjukkan Indonesia menghargai segala keragaman, termasuk keragaman keyakinan.

"Pemanfaatan ini juga sebagai salah satu bentuk implementasi moderasi beragama dan tekad pemerintah memberikan jaminan kepada umat beragama dalam menjalankan ibadahnya," tutur Gus Cholil.

Usai penandatanganan MoU tersebut, maka umat Hindu dan Budha dapat menggelar dan mengikuti ritual peribadatan keagamaan di kedua candi tersebut. Tak hanya itu, MoU ini juga mengatur dimanfaatkannya dua candi lain, yakni Candi Mendut dan Candi Pawon.

Adapun, sejumlah peringatan hari besar keagamaan Hindu dan Budha rencananya akan digelar di sana sepanjang tahun 2022 ini. Di Candi Prambanan misalnya, akan digelar Pekan Nyepi Nasional di bulan Maret-April 2022, begitu juga peringatan Hari Galungan dan Kuningan. Sementara di Candi Borobudur akan digelar Hari Tri Suci Waisak Nasional pada bulan Mei 2022.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore