Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Juli 2019 | 17.28 WIB

Hindari Dehidrasi, Umrah Malam Saja

Masjidilharam semakin dipadati jamaah haji. Sementara terlihat kiswah Kakbah terangkat dan menandakan musim haji dimulai. Foto: PPIH Arab Saudi/Jawa Pos - Image

Masjidilharam semakin dipadati jamaah haji. Sementara terlihat kiswah Kakbah terangkat dan menandakan musim haji dimulai. Foto: PPIH Arab Saudi/Jawa Pos

JawaPos.com - Calon jamaah haji (CJH) Indonesia terus berdatangan ke Makkah. Sebagian langsung menjalankan umrah. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jamaah memilih waktu pagi atau malam untuk beribadah. Sebab, saat ini cuaca di Makkah sedang panas-panasnya. Suhu saat siang bisa lebih dari 42 derajat Celsius.

Kepala Seksi Kesehatan PPIH Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah Muhammad Imran menjelaskan, jamaah yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah umumnya dipicu dehidrasi.

"Setelah kami lakukan perawatan dengan rehidrasi, jamaah bisa kembali ke kloter masing-masing," ujarnya. Imran menambahkan, umumnya jamaah yang masuk KKHI Makkah menjalani perawatan dua hingga tiga hari.

Hingga kemarin KKHI Makkah telah merawat 76 orang. Dari jumlah tersebut, 15 orang di antaranya masih menjalani rawat inap. Kemudian, ada 38 jamaah yang dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Sebanyak 21 orang di antaranya belum dipulangkan. "Prosedurnya, setelah keluar dari RSAS, jamaah diobservasi dahulu di KKHI," katanya.

Jamaah yang dirujuk ke RSAS, terang Imran, mengalami gangguan pneumonia dan jantung. Sedangkan jamaah yang masuk KKHI Makkah umumnya memiliki keluhan hipertensi, diabetes melitus, ISPA, dan gangguan paru menahun.

Rombongan jamaah Indonesia melakukan ibadah sai di kompleks Masjidilharam dengan mengenakan corak seragam khusus supaya mudah dikenali. (Hilmi Setiawan)

Rombongan jamaah Indonesia melakukan ibadah sai di kompleks Masjidilharam dengan mengenakan corak seragam khusus supaya mudah dikenali. (Hilmi Setiawan)

Imran menjelaskan, penyakit-penyakit tersebut biasanya muncul akibat dehidrasi. Hipertensi bisa lebih parah jika jamaah mengalami dehidrasi. Untuk itu, Imran mengingatkan jamaah supaya memilih waktu yang tepat untuk menjalankan ibadah di Masjidilharam. Jamaah lansia sebaiknya menggunakan fasilitas yang disediakan Masjidilharam. "Misalnya menggunakan skuter atau kursi roda," tuturnya. Menurut Imran, waktu antara salat Isya sampai pagi cukup pas untuk beribadah.

Kondisi dehidrasi juga bisa memicu demensia. Demensia adalah penyakit dengan gejala perubahan cara pikir dan interaksi dengan orang lain. Sering kali memori jangka pendek, pikiran, kemampuan berbicara, dan kemampuan motorik terpengaruh.

Kemarin ada dua orang yang dirawat di KKHI Makkah karena demensia. Salah satunya adalah jamaah laki-laki dari kloter UPG-05. Usianya 89 tahun. Jamaah itu bisa berangkat ke Saudi karena demensianya masih kelompok rendah atau sedang. "Pasien ini mengalami gangguan perilaku," katanya.

Setelah diberi cairan infus dan makan, kondisinya mulai stabil. Sebelumnya, saat berada di hotel, demensianya kambuh. Sebab, saat itu tidak ada yang memperhatikannya. Tidak ada yang memintanya rajin minum air putih.

Kepala Daker Makkah Subhan Cholid juga mengingatkan jamaah agar memilih waktu yang pas untuk ke Masjidilharam. Tujuannya ialah menghindari penumpukan jamaah di Terminal Syib Amir di dekat Masjidilharam. "Bakda (setelah, Red) isya atau jam 10 malam itu sudah cukup lengang terminalnya," ucap dia. Dengan begitu, jamaah yang ke Masjidilharam tidak bersamaan dengan rombongan lain yang pulang seusai salat Isya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore