Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Desember 2021 | 00.57 WIB

Mendagri Tegaskan Percepatan Vaksinasi Strategi Penanggulangan Pandemi

TAHAN YA NAK: Siswa SDIT Cheng Hoo Surabaya, Sangadjue AlGhozali Huda saat mengikuti vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun di SDN Kaliasin 1 Surabaya, Rabu (15/12) lalu. (Frizal/Jawa Pos) - Image

TAHAN YA NAK: Siswa SDIT Cheng Hoo Surabaya, Sangadjue AlGhozali Huda saat mengikuti vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun di SDN Kaliasin 1 Surabaya, Rabu (15/12) lalu. (Frizal/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan, percepatan vaksinasi yang tengah digencarkan pemerintah saat ini merupakan salah satu strategi untuk dapat menanggulangi pandemi Covid-19. Strategi ini sebagai salah satu upaya dalam menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity.

"Isu vaksinasi ini memang isu yang sangat penting, karena merupakan salah satu strategi kita dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19," kata Tito keterangannya, Rabu (29/12).

Mantan Kapolri ini juga menyebutkan upaya percepatan vaksinasi dilakukan beriringan dengan penegakan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama pemakaian masker. Karena itu, dengan melakukan percepatan vaksinasi, diharapkan setiap orang mendapatkan antibodi untuk membangun sistem kekebalan tubuh agar dapat melawan virus.

"Vaksin adalah game changer, salah satu game changer, karena dengan adanya antibodi selain proteksi perorangan, dalam jumlah minimal dua pertiga dari populasi, 70 persen itu akan membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok," ujarnya.

Ia menambahkan, kepala daerah berperan penting dalam akselerasi vaksinasi. Apalagi, dengan jumlah populasi masyarakat Indonesia yang mencapai lebih dari 270 juta jiwa, dan letak geografis yang beragam, diperlukan sinergi pusat-daerah.

"Kunci utamanya adalah kekompakan, karena ini perlu mobilisasi, pengerahan semua sumber daya," tegasnya.

Tito juga mencontohkan berbagai strategi yang dilakukan kepala daerah dalam mendorong percepatan vaksinasi. Menurutnya ada yang berbasis administrasi pemerintahan, seperti dilakukan di Bali yang berbasis Banjar.

Kemudian berbasis RW seperti yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, berbasis pusat vaksinasi dengan memanfaatkan GOR atau lapangan, serta berbasis mobile, dan door to door.

Tak hanya itu, Tito juga mengapresiasi kepala daerah yang memiliki terobosan tersendiri untuk mempercepat vaksinasi. Misalnya dengan mengundang masyarakat untuk melakukan vaksin lalu diberikan bantuan sosial maupun door-prize.

Lalu, ada pula kepala daerah yang bekerja sama dengan CSR untuk memberikan grand-prize berupa sepeda motor bagi masyarakat yang mau divaksin. Meski demikian, berbagai langkah dan strategi yang dilakukan kepala daerah tersebut dinilai belumlah cukup dan merata.

Terbukti, masih banyak daerah yang cakupan vaksinasinya rendah. Karena itu, pihaknya terus mendorong percepatan vaksinasi di semua wilayah.

"Kita memerlukan kecepatan yang tinggi untuk melakukan vaksinasi, di samping juga melakukan kampanye agar masyarakat menerima program ini, memahami pentingnya program ini," tandas Tito.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore