Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 November 2021 | 03.11 WIB

Video Detik-Detik Perahu Terbalik di Bengawan Solo Tuban-Bojonegoro

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Video amatir detik-detik tragedi perahu terbalik di Bengawan Solo wilayah Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, pada Rabu (3/11) lalu, telah beredar dan sudah didapat petugas. Video yang diperoleh JawaPos.com itu berdurasi hanya 1 menit 50 detik. Namun, dari rekaman itu tergambar jelas bagaimana detik-detik tragedi perahu penyeberangan itu terbalik dan tenggelam.

Tidak jelas berapa jumlah penumpang perahu tersebut. Namun, terlihat beberapa orang di antara penumpang membawa sepeda motor. Pada detik 30, perahu bertenaga mesin diesel itu berangkat. Yakni, dari titik start penyeberangan di Dusun Gemblo, Desa Ngadirejo, Kecamatan Rangel, Tuban. Tampak perahu dari titik start di seberangnya juga sudah berangkat. Yakni, dari Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro.

Memang, rutinitas perahu penyeberangan di kawasan itu selalu demikian. Saat perahu dari arah Rengel berangkat, perahu dari arah Kanor juga ikut berangkat. Begitu sebaliknya. Tujuannya, penumpang tidak menunggu terlalu lama.

Pada detik-detik awal, perahu meluncur tanpa masalah. Arus air Bengawan Solo memang terlihat cukup deras. Warna air keruh seperti kopi susu. Di beberapa titik, mengapung kumpulan eceng gondok terbawa arus. Perahu berjalan ke tengah, sedikit menyerong ke kanan sekitar 45 derajat.

Nah, pada detik 01.20, perahu tampak mulai kehilangan kendali. Arus deras air membuat ujung depan perahu, berbelok ke kiri. Sedikit miring. Lalu, beberapa detik, kemudian ujung belakang mulai tenggelam. Tepat pada detik 01.30, perahu benar-benar kehilangan kendali. Perahu terseret arus, terbalik, dan tenggelam. Sudah tidak tampak dalam permukaan air Bengawan Solo. Beberapa tangan di atas permukaan sempat terlihat.

Begitu perahu tenggelam, terdengar suara jerit pilu disertai takbir terekam dalam video amatir itu. ‘’Ya Allah, iku kae piye (itu bagaimana, Red).’’ Terdengar pula suara lain. ‘’Wes ayo balik wae (sudah ayo kembali saja, Red).’’ Tampaknya suara itu dari penumpang yang juga hendak menyeberang dengan menggunakan perahu tambang tersebut.

Lokasi perahu terbalik itu, juga terlihat tidak jauh dari tiang pancang rencana pembangunan Jembatan Kanor-Rengel (Kare). Dalam video amatir juga terlihat. Dikutip dari Radar Bojonegoro Jawa Pos Grup, proses pembangunan jembatan yang melintasi Bengawan Solo itu dimulai pada 9 April 2021. Jembatan dibangun dengan dana Rp 88,6 miliar. Kontraktor yang mengerjakan adalah PT Dwi Ponggo Seto asal Kabupaten Ponorogo.

Peletakan batu pertama proyek Jembatan Kare tersebut berlangsung di Desa Semambung, Kanor. Hadir antara lain Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husein, Kepala Bakorwil Bojonegoro Dyah Wahyu Ermawati, Wabup Blora Tri Yuli Setyowati, serta Forkopimda Bojonegoro maupun Tuban.

Satu Lagi Korban Meninggal Ditemukan

Sementara itu, proses pencarian korban perahu terbalik tersebut berlanjut. Pada hari ketiga Jumat (5/11), tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang penumpang lagi. Yakni, atas nama Basori. Pria berusa 45 tahun asal Desa Maibit, Kabupaten Tuban, itu ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Lokasinya, sekitar 2 km dari tempat kejadian perkara (TKP).

Dengan demikian, hingga berita ini diunggah sudah empat korban meninggal yang telah ditemukan. Sehari sebelumnya (4/11), petugas menemukan tiga korban. Yakni, Agus Tutin, asal Ngandong, Grabagan, Tuban; Kasian, 60, Desa Semambung, Bojonegoro; Toro, 40, warga Wonokerto, Rembang, Jateng.

Dalam tragedi ini, petugas telah berhasil mengidentifikasi nama-nama penumpang perahu nahas tersebut. Data sementara ada sebanyak 19 orang. Dari jumlah itu, 10 penumpang selamat. Lalu, empat orang ditemukan meninggal dan lima orang masih dalam proses pencarian.

’’Sesuai SOP, proses pencarian korban yang belum ditemukan itu akan dilaksanakan H+7,’’ kata Bryan Gautama, tim Basarnas Surabaya yang memimpin posko bantu di sisi Bojonegoro, dihubungi Jawa Pos, Jumat malam (5/11).

Adapun lima korban yang belum ditemukan adalah Erma Azila, 27, Desa Semambung, Bojonegoro; Dian Purnama, 27, Desa Semambung, Bojonegoro; Dedi Sutiyono, 24, Dusun Secang, Ngandong, Grabagan, Tuban; Sutri, 50, Maibit, Tuban; Arifin, Ngandong, Grabagan, Tuban.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore