Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Oktober 2021 | 17.12 WIB

Tak Hanya Fokus Urus Satu Agama, Kemenag Juga Perhatikan Umat Katolik

Umat Katolik memadati Gereja Katedral saat ibadah Misa Kamis Putih - Image

Umat Katolik memadati Gereja Katedral saat ibadah Misa Kamis Putih

JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) selama ini terus memperhatikan seluruh umat beragama di Indonesia, salah satunya Katolik. Hal ini ditegaskan oleh Dirjen Bimas Katolik Yohanes Bayu Samodro yang menurutnya negara telah memberikan perhatian kepada umat Katolik melalui Kemenag.

“Keberadaan Kementerian Agama adalah bentuk perhatian Pemerintah terhadap kehidupan beragama rakyatnya, sebagai konsekuensi atas kesepakatan penetapan Pancasila sebagai dasar negara,” ujar dia dikutip, Kamis (28/10).

"Masyarakat Katolik Indonesia merasakan kehadiran Kementerian Agama dalam kehidupannya sebagai bagian dari bangsa Indonesia sejak masa awal berdirinya Republik Indonesia hingga hari ini, khususnya dalam pemenuhan hak masyarakat Katolik sebagai warga negara," sambungnya.

Perhatian Kementerian Agama secara adil dan berimbang pada masyarakat, kata Yohanes Bayu Samodro, sudah dilakukan sejak awal terbentuknya kementerian tersebut.

“Hal ini terwujud dalam kepemimpinan Bapak H.M. Rasjidi, Menteri Agama yang pertama, hingga Bapak H. Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Agama yang sekarang. Setidaknya masyarakat Katolik pun merasakan perhatian dari Kementerian Agama,” jelasnya.

“Kementerian Agama diperuntukkan bagi pelayanan semua agama tanpa kecuali, termasuk semua organisasi kemasyarakatan, keagamaan yang ada di dalamnya. Ormas-ormas keagamaan Katolik seperti Pemuda Katolik, PMKRI, WKRI, ISKA, VPI dan FMKI, juga kelompok-kelompok kategorial Gereja Katolik selama ini, memperoleh perhatian dari Kementerian Agama," lanjutnya.

Kemenag, kata Dirjen, sangat menghormati tata kelola layanan keagamaan dari setiap agama. Sehingga, sampai saat ini para Dirjen Bimas selalu dipilih dari antara penganut agamanya masing-masing.

“Dirjen Bimas Islam pasti umat Muslim, Dirjen Bimas Katolik pasti umat Katolik dan seterusnya. Bahkan salah satu Staf Ahli Menteri Agama saat ini pun dijabat oleh seorang yang beragama Katolik, menandakan Kementerian Agama bukan hanya oleh dan untuk agama tertentu saja," jelas Bayu Samodro.

Kepada para tokoh agama, Yohanes Bayu Samodro mengajak untuk terus bersikap moderat dalam menjalankan kehidupan beragama. “Saya ajak para tokoh agama Katolik agar bersifat terbuka dan moderat dalam menjalankan kehidupan beragama. Moderat artinya seseorang tidak ekstrem dan tidak berlebih-lebihan saat menjalani ajaran agamanya,” ungkapnya.

“Sebagai umat Katolik kita harus rukun secara intern dan pastikan nilai-nilai kekatolikan harus mampu memberi warna dalam memajukan kehidupan bangsa dan negara,” tandasnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore