
Ilustrasi bendera PDI Perjuangan. Fiqih Arfani/Antara
JawaPos.com - Anggota DPR Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Junimart Girsang, menegaskan pernyataan rekan sejawatnya Arteria Dahlan yang menyatakan tidak setuju adanya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap aparat penegak hukum seperti polisi, jaksa dan hakim, bukanlah bagian dari sikap partainya maupun fraksi PDIP.
Menurut Junimar, yang dikatakan oleh Arteria Dahlan adalah pendapat pribadi. Sehingga Junimart tidak ingin sikap koleganya tersebut dikait-kaitkan dengan partai yang dikepalai oleh Megawati Soekarnoputri ini.
"Apa yang dikatakan oleh sahabat saya Arteria Dahlan itu tidak ada kaitannya dengan sikap PDIP maupun Fraksi PDIP di DPR. Perlu saya tegaskan PDIP sangat mendukung penegakan hukum di negeri ini, semua sama di mata hukum," ujar Junimart Girsang kepada wartawan, Rabu (13/10).
Wakil Ketua Komisi II DPR ini menegaskan sekalipun banyak oknum polisi, jaksa dan hakim yang harus dihukum karena OTT, namun Indonesia tidak akan pernah runtuh, sebagaimana alasan yang disampaikan oleh Arteria Dahlan.
"Tidak lah, tidak mungkin republik ini akan runtuh hanya karena segelintir oknum penegak hukum harus dihukum oleh kesalahan mereka sendiri, justru penegakan hukum itu harus dimulai dari lembaga penegak hukum itu sendiri," katanya.
Sehingga dipastikannya, tidak ada dasar maupun alasan untuk memberikan keistimewaan, yang melarang oknum aparat penegak hukum untuk dihukum, maupun ditangkap dalam OTT. Terlebih mengingat Indonesia adalah negara Hukum dan menganut asas equality before the law atau semua sama di muka hukum.
"Secara pribadi saya katakan tidak setuju aparat penegak hukum mendapat hak previlage dalam penegakan hukum. Tidak ada dasarnya. Karena kita semua sama dimuka hukum, namanya juga penegak hukum mosok dibiarkan melanggar hukum. Ya harus diproses secara hukum dong," tuturnya.
Sebelumnya Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan tidak setuju adanya OTT terhadap aparat penegak hukum seperti jaksa, hakim, dan polisi.
Menurut Arteria, dengan melakukan OTT terhadap hakim, jaksa maupun polisi tidak bisa menjamin masalah terselesaikan.
“Bayangkan kalau polisi kalian tangkap, kalau jaksa kalian tangkap, kalau hakim kalian tangkap, runtuh Republik. Masih banyak cara-cara untuk memperbaiki mereka,” kata Arteria.
Arteria menegaskan bahwa pihaknya bukan membela orang yang korupsi atau menyalahgunakan wewenang, namun di negara hukum modern harus dikedepankan bagaimana menjaga marwah institusi penegak hukum itu memang betul-betul yang utama.
“Menegakan hukum dengan banyak cara. Tidak dengan melakukan perbuatan-perbuatan hukum yang justru kontraproduktif terhadap hal itu,” ujarnya.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
