
Photo
JawaPos.com – Pemkab Gresik kembali melakukan refocusing pada APBD 2021 ini. Nilainya mencapai Rp 82 miliar untuk penunjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Dari dana tersebut, mayoritas difokuskan untuk insentif tenaga kesehatan (nakes) yang sejak Februari lalu belum terbayar. Tahun ini kekuatan APBD Gresik sebesar Rp 3,43 triliun.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Pemkab Gresik Hermanto T. Sianturi mengatakan, refocusing anggaran itu digunakan untuk penanganan Covid-19 yang saat ini masih tinggi. Jika dilihat dari pengurangan APBD memang hanya berkurang Rp 27 miliar.
Tapi, total dana yang di-refocusing sebesar Rp 82 miliar. ”Itu ada program yang dialihkan untuk kegiatan di dinas kesehatan, yakni penanganan Covid-19,” katanya.
Dalam APBD 2021, dinas kesehatan mendapat plot anggaran sebesar Rp 343,9 miliar. Kemudian, begitu di-refocusing naik menjadi Rp 373 miliar atau naik sebesar Rp 30 miliar.
Menurut Herman, refocusing APBD kali ini memang paling banyak digunakan untuk kegiatan di dinkes. Salah satunya yang paling besar, yakni insentif tenaga kesehatan.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos, para tenaga kesehatan itu sejauh ini baru menerima insentif hingga Januari. Begitu mereka mengajukan Lpj untuk pencairan Februari, ditolak dan dikembalikan. ”Katanya anggaran sudah tidak ada,” ucap sumber Jawa Pos.
Tetapi, belakangan Pemkab Gresik tengah berupaya mencairkan insentif tersebut. Pemkab pun mengeluarkan Peraturan Bupati 18/2021 untuk pencairan itu, tapi sejauh ini yang sudah cair sebatas tim tracing.
Herman belum hafal nominal refocusing untuk insentif nakes itu. Tapi, pihaknya memastikan, refocusing tersebut berfokus untuk kegiatan anggaran di dinkes.
Selain di dinkes, refocusing itu menambah anggaran di RSUD Ibnu Sina. Nilainya Rp 2 miliar. ”Di dinas PUTR berkurang Rp 26 miliar dan OPD lain rata-rata berkurang Rp 2 miliar,” jelas mantan kepala dinas lingkungan hidup itu.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
