Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Juli 2021 | 18.11 WIB

KMP Yunicee Karam di Kedalaman 78 Meter

MENCARI JEJAK PUING: Polairud menjadi korban KMP Yunicee yan belum ditemukan di perairan Selat Bali kemarin. (RAMADA KUSUMA/JAWA POS RADAR BANYUWANGI) - Image

MENCARI JEJAK PUING: Polairud menjadi korban KMP Yunicee yan belum ditemukan di perairan Selat Bali kemarin. (RAMADA KUSUMA/JAWA POS RADAR BANYUWANGI)

JawaPos.com – Tim gabungan yang melaksanakan pencarian dan penyelamatan Kapal Motor Penumpang (KMP) Yunicee berhasil mengidentifikasi posisi kapal itu kemarin (30/6). Berdasar data dari KRI Rigel-933, kapal nahas tersebut tenggelam di kedalaman 78 meter di bawah permukaan laut. Sampai kemarin, upaya pencarian terus berlangsung. Sedikitnya ada sebelas orang yang masih dicari.

Sesuai informasi yang diterima Kantor SAR Denpasar, kapal yang bertolak dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, itu tenggelam Selasa malam (29/6).

Kapal tersebut mengangkut 57 orang yang terdiri atas 13 kru, 3 petugas kantin, dan 41 penumpang. Selain itu, kapal ro-ro tersebut juga memuat 40 kendaraan bermotor. Hingga kemarin, total ada 39 korban yang telah dievakuasi dalam keadaan selamat dan 7 korban ditemukan meninggal dunia. ”Sebelas orang masih dalam pencarian,” beber Kepala Kantor SAR Denpasar Gede Darmada.

Tujuh korban yang meninggal terdiri atas lima perempuan dan dua laki-laki. Seluruh korban yang meninggal sudah teridentifikasi. Masing-masing bernama Abdul Koyun, Ariana Niken, Diah Ari Meiyana, Sri Rahayu, Alifiah Putri Sugiarti, Bunga Cinta Ramadhani, dan Bagas Putra Sugiarto. Walau data manifes yang ditandatangani nakhoda KMP Yunicee mencatat 41 penumpang, 13 kru, dan 3 petugas kantin, Darmada menyatakan bahwa tidak tertutup kemungkinan jumlah sesunguhnya berbeda dengan manifes.

Tentu Darmada menyampaikan hal tersebut bukan tanpa sebab. Salah satu indikasi adanya perbedaan jumlah penumpang, kru, dan petugas yang ikut dalam KMP Yunicee dengan manifes adalah laporan masyarakat. Dia menyebut, sampai kemarin sudah ada 18 nama yang dilaporkan hilang dan diduga ikut dalam pelayaran kapal tersebut. ”Dalam perkembangan di posko gabungan, kami menerima laporan kehilangan sebanyak 18 orang yang kemungkinan berada di kapal tersebut,” jelas dia. Walau berbeda dengan manifes, laporan itu tetap diterima oleh petugas. Mereka juga berupaya memverifikasi data berdasar laporan tersebut.

Untuk sementara, lanjut Darmada, operasi pencarian dan penyelamatan dihentikan mulai pukul 18.00 Wita. ”Dan akan kembali dilanjutkan besok (Kamis) pagi,” imbuhnya. Dalam operasi tersebut, Basarnas dibantu oleh TNI, BPBD, ASDP, Polri, serta instansi lainnya. Khusus TNI-AL, mereka mengerahkan dua kapal. Selain KRI Rigel-993, KRI Soputan-923 juga ikut terlibat dalam operasi SAR di Selat Bali.

Posisi KMP Yunicee berhasil dideteksi oleh KRI Rigel-993. Data yang diterima Jawa Pos dari TNI-AL, kapal itu karam di kedalaman 72 meter–78 meter. Lokasinya sekitar 1,65 kilometer dari Gilimanuk. Selain menemukan posisi KMP Yunicee, KRI Rigel-993 juga berhasil menemukan liferaft dari kapal penumpang itu. ”Penemuan liferaft penumpang KMP Yunice tersebut diketahui berasal tidak jauh dari sebelah barat dermaga Pelabuhan Gilimanuk yang berjarak 1 nautical miles,” beber Kepala Dinas Penerangan TNI-AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono.

Selain total jumlah penumpang, TNI-AL juga mendapat data perincian kendaraan bermotor yang diangkut kapal tersebut. Yakni, 17 mobil pikap, 18 truk ukuran sedang, 2 mobil keluarga, dan 3 motor. Seluruhnya tenggelam bersama kapal tersebut.

Terkait dengan penyebab kecelakaan, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungwangi Letkol (Mar) Benyamin Ginting mengatakan bahwa kemungkinan disebabkan cuaca buruk. Keterangan yang dia peroleh dari salah seorang ABK yang selamat, yaitu masinis 1 Kusyadi, KMP Yunicee sempat terbawa arus ke selatan. Saat itu kapal menunggu giliran sandar di Pelabuhan Gilimanuk.

Ketika kapal mencari posisi yang tenang, tiba-tiba arus bawah dengan ketinggian gelombang 4 meter datang. Karena tidak mampu mengimbangi, kapal miring ke kiri sampai 80 derajat. Tak sampai lima menit, kapal berusia 29 tahun itu sudah tenggelam. Semua penumpang lalu menyelamatkan diri, termasuk nakhoda. Yang terakhir keluar adalah masinis 1 yang kemudian ditemukan pada malam kejadian.

”Pengalaman kami, korban yang tenggelam baru akan terapung setelah 3 x 24 jam. Kalau tidak Kamis malam (1/7), mungkin Jumat pagi (2/7) baru ditemukan. Penyelidikan tergantung unsurnya. Yang pertama ditanyai adalah nakhodanya,” tegas Ginting kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Sementara itu, dua investigator dari KNKT kemarin langsung meluncur ke Gilimanuk untuk menyelidiki penyebab kecelakaan KMP Yunicee. Investigator KNKT bidang transportasi laut Bambang Irawan menyatakan bakal mengumpulkan data dari semua pihak, baik ABK, perusahaan kapal, maupun regulator. ”Kami masih akan kumpulkan, pelajari, kemudian analisis, baru kami simpulkan. Termasuk kenapa bisa ada manifes yang tidak sesuai,” kata Bambang.

Kesimpulan penyebab kecelakaan KMP Yunicee, menurut Bambang, paling cepat bisa keluar dalam waktu tiga bulan, tapi bisa juga lebih lama sampai setahun. Bergantung pengumpulan data di lapangan nanti. ”Pengumpulan data awal paling cepat sebulan. Kami akan berada di Banyuwangi selama empat hari,” tegasnya.

Wakapolresta Banyuwangi AKBP Didik Hariyanto menambahkan, semua penyelidikan penyebab kecelakaan KMP Yunicee akan dilakukan di Gilimanuk. ”Semuanya dilakukan di Jembrana. Kami hanya membantu saja dari sini,” ungkapnya.

Penjelasan Kemenhub

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengonfirmasi tujuh orang meninggal dalam kecelakaan KMP Yunicee milik PT Surya Timur Line di selatan perairan Pelabuhan Gilimanuk pada Selasa malam (29/6) pukul 19.12 Wita. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi menyampaikan, KMP Yunicee berangkat dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk pada pukul 18.29 Wita.

Lalu, pada pukul 19.12 Wita, KMP Yunicee dilaporkan terbawa arus ke arah selatan Pelabuhan Gilimanuk, kemudian posisi kapal miring dan langsung tenggelam. ”Kami sangat berduka atas musibah yang terjadi. Dengan adanya kejadian ini, kami akan melakukan evaluasi. Kami harapkan dapat terus melakukan mitigasi perbaikan. Baik secara institusional, secara sistem, maupun perbaikan pada beberapa regulasi,” ujar Budi. Kapal penumpang itu memiliki ukuran panjang 56,5 meter dan lebar 8,6 meter.

Tanggapan Legislator

Terpisah, Ketua DPR Puan Maharani meminta otoritas terkait terus mencari korban tenggelamnya KMP Yunicee. ”Kami berdukacita sedalam-dalamnya untuk para korban dan keluarga. Semoga para korban dan keluarganya diberi kekuatan untuk segera pulih dari luka dan duka,” katanya.

Mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu menyampaikan, otoritas berwenang harus mencari tahu penyebab tenggelamnya KMP Yunicee. Evaluasi juga harus dilakukan untuk memperbaiki tata kelola angkutan kapal yang menjadi sarana transportasi masyarakat. Peraturan kelayakan kapal dan peraturan keselamatan kapal harus ditaati sepenuhnya serta memastikan anak buah kapal (ABK) terlatih dengan baik saat menghadapi situasi darurat.

Ketua DPD A.A. La Nyalla Mahmud Mattalitti juga memberikan perhatian serius terhadap tenggelamnya KMP Yunicee. Dia meminta tim SAR gabungan melakukan pencarian hingga seluruh penumpang dan awak kapal ditemukan. Dia juga meminta agar dilakukan investigasi menyeluruh mengenai penyebab tenggelamnya kapal tersebut. ’’Apakah karena faktor teknis, alam, atau karena human error,” papar mantan ketua umum PSSI itu. Jika ditemukan kesalahan manusia, senator asal Jawa Timur tersebut meminta pihak berwenang melakukan pertanggungjawaban yang lebih kepada korban. La Nyalla juga meminta dilakukan audit internal untuk mengetahui penyebab kecelakaan. Menurut dia, Kementerian Perhubungan perlu mengevaluasi keamanan armada laut. Kejadian tenggelamnya kapal angkutan harus menjadi tolok ukur untuk meningkatkan tingkat keamanan dan kelayakan angkutan agar meminimalisasi angka kecelakaan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore