Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Juni 2021 | 19.37 WIB

Verifikasi Berita Bisa Cegah Penyebaran Hoax

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menggelar rangkaian program literasi digital 'Indonesia Cakap Digital', yang dilaksanakan secara virtual pada Sabtu (26/6), di Manado, Sulawesi Utara. Kegiatan yang dilaksanakan bersama Siberkreasi dan Dyandra Promosindo ini diikuti sekitar 759 peserta.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Tema yang diangkat yaitu 'Menciptakan Dunia Digital yang Sehat'.

Dosen Jurnalistik Universitas Multimedia Nusantara, FX Lilik Dwi Mardjianto menjelaskan, masyarakat memerlukan kecakapan digital. Menurut dia, bagian dari kemampuan digital secara umum harus memahami tiga hal. Pertama, informasi digital. Kedua, identitas digital, dan ketiga jejak digital.

"Jadi, dalam meramaikan dunia digital, tiga hal tersebut yang penting untuk diketahui masyarakat. Perlu kecakapan digital dari tiga sisi ini agar tidak berdampak buruk bagi diri sendiri," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada JawaPos.com, Senin (28/6).

Dalam kesempatan sama, Ronny Adolof Buol menyampaikan, saat ini banyak beredar kabar bohong (hoax). Dia menilai, banyak motif yang mendasari orang menyebarkan hoax.

Di satu sisi, masyarakat juga mudah termakan hoax lantaran faktor kepercayaan secara berlebihan kepada salah satu sosok atau tokoh. Di sisi lain, hoax yang membanjiri media sosial banyak yang terlanjur dipercaya publik.

Faktor lainnya adalah masyarakat yang jarang memverifikasi kebenaran sebuah berita. "Oleh karena itu, untuk bisa mencegah hoaks, masyarakat perlu cakap dalam menyampaikan pendapat dan aspirasi di media sosial," ucap pemimpin Redaksi Zonautara.com tersebut.

Pemateri lain, Romanda Komalling selaku konsultan konten menambahkan, masyarakat banyak yang merasa ketika menyebarkan konten itu hanya dengan alasan suka-suka saja karena merasa itu ranah pribadi. Padahal, media sosial itu cakupannya tanpa batas dan luas tanpa sekat.

Sementara itu, Irene Debbi Karolina selaku penerjemah memberikan tips internet sehat yang sebaiknya dimulai dari rumah. "Ini perlu peran semua pihak, bermula dari keluarga. Keluarga merupakan lingkaran pertama yang harus bisa menciptakan internet sehat sehingga bisa membuat dunia digital yang aman, nyaman, dan sehat," ujar Irene.

Kegiatan webinar dimoderatori oleh Vivi Zabkie selaku Manajer Riset Katadata Insight Center. Rangkaian Program Literasi Digital 'Indonesia Makin Cakap Digital' di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang. Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator.

Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program yang dimulai Mei 2021 ini akan dilaksanakan hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore