
PUNYA CIRI KHAS: Gus Miftah menyesuaikan dengan pergerakan zaman dalam berdakwah. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
JawaPos.com - Sikap Jozeph Paul Zhang mengaku sebagai nabi ke-26 dan mempertanyakan kepancasilaan orang Indonesia mendapat respons keras dari ulama Gus Miftah.
"Jozeph Paul Zhang gagal paham dengan pancasila. Apa yang dilakukan Paul Zhang ini sangat bertentangan dengan pancasila," ujar Gus Miftah saat ditemui JawaPos.com di bilangan Jakarta Pusat, Jumat (23/4).
Gus Miftah menegaskan Indonesia adalah negara berdaulat dan mengakui enam agama yang legal. Yakni, Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Para pemeluknya dapat melaksanakan semua ajaran agama yang diyakini tanpa mendapat intervensi dan gangguan dari pihak mana pun.
Kepada Joseph Paul Zhang, Gus Miftah menyatakan, "Anda wajib mengakui agama anda yang paling benar. Tapi bukan berarti anda menyalahkan agama lain. Maka, konsepnya adalah lakum dinukum waliyadin. Bagimu agamamu dan bagiku agamaku."
"Kalau kamu tidak pengen Tuhanmu dihina, jangan menghina tuhan orang lain. Kalau kamu tidak pengen agamamu dihina, jangan menghina agama orang lain," imbuhnya.
Sebagaimana diketahui bahwa saat ini Jozeph Paul Zhang telah ditetapkan oleh Polri sebagai tersangka penistaan agama. Bahkan aparat kepolisian tengah berusaha untuk menangkapnya ke luar negeri.
Sebelumnya, Jozeph Paul Zhang dalam wawancara ekslusifnya dengan wartawan JawaPos.com Dinarsa Kurniawan di Berlin menyatakan bahwa Eropa lebih menerapkan nilai-nilai Pancasila dibanding Indonesia.
“Mana ada Pancasila di Indonesia, Eropa lebih Pancasila dari Indonesia,” kata Jozeph saat berbincang dengan JawaPos.com, Rabu (21/4).
Menurut dia, Eropa lebih menerapkan nilai-nilai ketuhanan yang maha esa. Karena tidak ada orang yang dipersikusi mengatasnamakan agama.
Baca juga: Jozeph Paul Zhang: Agar Minoritas Bisa Beribadah dengan Tenang
“Ketuhanan Yang Maha Esa, apa di Eropa dengar persikusi agama di sini? Justru orang-orang yang dipersikusi agama larinya ke sini, orang-orang dari Timur Tengah muslim-muslim apa semua dilakukan anarkis tidak ada. Satu dua oknum itu dikit sekali,” beber Jozeph.
“Masjid Ahmadiyah gede tuh, sementara orang Syiah gede juga masjidnya, di Indonesia weh dibakar seorang-orangnya pak, itu fakta. Jadi lebih Pancasila mana? Lebih Pancasila Eropa daripada Indonesia.”
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=1fe9lXAHacs&t=18s

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
