
Kegiatan silaturahmi yang digelar Baintelkam Polri di, Masjid Jamie Al-Husna, Kampung Kelapa Dua, Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Rabu (10/3/2021) malam.
JawaPos.com - Mantan anggota Polri yang sempat menjadi teroris, Ustad Sofyan Tsauri, meminta masyarakat dan pihak terkait lainnya waspada terhadap seseorang yang memiliki sikap intoleran akan perbedaan dan radikal. Sebab kedua sikap dan pemikiran tersebut merupakan bibit terorisme.
"Kenapa kita perlu pahami itu intoleransi dan radikalisme? Kedua hal itu adalah tanda-tanda menuju terorisme. Seorang teroris sudah pasti intoleran dan radikal. Kalau orang-orang sudah punya sikap intoleran dan radikal harus lampu kuning kita waspadai," ujar Sofyan dalam ceramahnya di kegiatan silaturahmi yang digelar Baintelkam Polri, Masjid Jamie Al-Husna, Kampung Kelapa Dua, Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Rabu (10/3) malam.
Selain itu, masyarakat juga diimbau tak mudah percaya dengan seseorang yang seakan mengajak kita untuk kembali kepada kitab suci dan hadis. Yang padahal itu merupakan upaya kamuflase dari ajaran dan pemikiran sesungguhnya para teroris.
"Dari 3.500 teroris yang ditangkap di Indonesia sejak tahun 2000-2020, ternyata jika kita teliti dari 3.500 teroris tersebut ternyata punya jargon yel-yel kembali pada Alquran dan As-Sunah," tuturnya seperti keterangan tertulis Divisi Humas Mabes Polri.
"Kita perlu belajar dengan seseorang yang berilmu, kita percayai akhlak dan budi pekertinya," imbuh Sofyan.
Pria yang sempat terpapar pemikiran Aman Abdurahman, pimpinan Jemaah Ansharut Daullah (JAD) ini, juga mengajak masyarakat terutama umat Islam selektif dalam memilih guru atau ustad. Sebab kini dinilainya cukup banyak para pembimbing rohani tersebut yang justru 'menyesatkan'.
"Sekarang di kalangan anak-anak muda marak istilah hijrah tetapi yang jadi masalah jika salah mencari seorang guru, ustad atau mentor yang masuk pesantren baru sehari, dua hari lalu mengkafirkan sesorang menyalahkan ini, itu menyebut ini salah, yang itu salah," jelasnya.
"Anak-anak muda yang baru mengaji setahun, dua tahun yang baru semangat mencintai Islam lalu dimanfaatkan oleh sesorang untuk membenci sesama umat, ini yang tidak kita inginkan," lanjut dia.
Ia khawatir para anak muda yang bersikap intoleran apalagi radikal, pada akhirnya menjadi teroris. Sebab, tinggal beberapa tahap lagi bagi mereka untuk selanjutnya menjadi pelaku teror. Dirinya pun kembali mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai kondisi ini.
Sofyan berharap, masyarakat khususnya para generasi muda, tak menjadi agen pemecah belah bangsa. Serta penyebar pemikiran intoleran, radikalisme hingga terorisme, di berbagai wadah khususnya media sosial. "Yang kita khawatirkan mereka akan jadi terorisme. Anak- anak muda kita banyak yang terjebak pada pemikiran ekstrimisme. Tidak mau menghormati mazhab setempat. Makanya saya berpesan pengalaman saya dulu jangan sampai terulang dengan pada jemaah, melawan pemerintah berjihad dengan menentang hukum," pungkasnya.
Sementara, perwakilan Baintelkam Polri, AKBP Syuhaimi berharap melalui silaturahmi ini masyarakat kian paham mengenai paham ciri dari praktik intoleransi, radikalisme hingga terorisme. Baik yang banyak berseliweran di media sosial (medsos) atau dunia maya, maupun di dunia nyata.
"Inti dari pada pertemuan silaturahim kita adalah kami yakin bapak-bapak yang hadir di sini toleransinya baik namun perlu kita tahu juga bahaya dampak negatif ketika saudara-saudara kita memiliki paham yang berbeda dengan kita. Tadi disampaikan Ustaz Sofyan dengan mulut dan jari kita dapat memecah belah bangsa kita sendiri," ujar Syuhaimi.
Sehingga harapannya, kata dia antisipasi nantinya bisa dilakukan terhadap pemikiran-pemikiran merusak tersebut. Hingga pada akhirnya persatuan serta kesatuan bangsa senantiasa terjalin. "Harapan kami tadi apa yang disampaikan bisa jadi pedoman buat kita semua sehingga persatuan NKRI semakin kokoh untuk selamanya," tandas Syuhaimi.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=tqx3nJGpM0k

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
