Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 November 2019 | 23.07 WIB

3 Persen TNI Terpapar Radikalisme, BNPT: Itu Tidak Akurat

Kepala BNPT, Komjen Suhardi Alius optimis MoU dengan Kemenkumham bakal memperkuat penanganan tindak terorisme - Image

Kepala BNPT, Komjen Suhardi Alius optimis MoU dengan Kemenkumham bakal memperkuat penanganan tindak terorisme

JawaPos.com - Kala masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu mengungkapkan sebanyak tiga persen TNI yang terpapar radikalisme. Hal ini dibantah  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Suhardi Alius saat rapat dengan Komisi III DPR. Suhardi menegaskan data tersebut tidak akurat.

Sehingga dia mempertanyakan data yang dimiliki oleh Ryamizard Ryacudu. "‎Tidak akurat.Tidak ada data sama sekali. Tidak, mungkin bisa tanya sama Mabes TNI,‎" ujar Suhardi kala dicecar petanyaan soal stetmen Ryamizard di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (21/11).

Suhardi sempat menceritakan kronologi ‎stetmen dari Ryamizard tersebut. Kala iti dirinya ditelpon oleh Menteri Korrdinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) kala masih dijabat Wiranto. "Hardi dari mana data itu (data dari Ryamizard Ryacudu)," kata Suhardi seperti menirukan ucapan Wiranto.

Ketika itu Suhardi mengungkapkan tidak punya data yang dimaksud oleh Ryamizard Ryacudu mengenai tiga persen TNI terpapar radikalisme. Sehingga dia menjawab tidak tahu dan tidak punya data saat Mantan Menko Polhukam Wiranto menghubungi dirinya. "Karena kami juga tidak punya data itu. Jadi data tidak pernah kami dapatkan data itu," bebernya.

Oleh sebab itu Suhardi mengungkapkan kepada Komisi III DPR untuk menanyakan langsung kepada Ryamizard Ryacudu mengenai data yang dipunyai tersebut. Sebab BNPT sama sekali tak punya data itu. "Silahkan bapak tanya Pak Menhan (Ryamizard Ryacudu). Karena kami tidak punya data itu," katanya.

Sekadar informasi, mantan Menhan Ryamizard Ryacudu mengaku prihatin dengan dengan sekelompok tertentu yang ingin mengganti ideologi negara Pancasila dengan ideologi khilafah. Bahkan, ada prajurit TNI yang terpapar paham radikalime.

Berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Pertahanan, menurut Ryamizard, sebanyak tiga persen anggota TNI yang sudah terpapar paham radikalisme dan tidak setuju dengan ideologi negara, Pancasila.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore