Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Juli 2021 | 05.44 WIB

Luhut: 54 Orang Meninggal Setelah Divaksin, Karena Rata-rata Komorbid

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan. Biro Komunikasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi/Antara - Image

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan. Biro Komunikasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi/Antara

JawaPos.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyinggung soal keefektifitasan vaksin Covid-19. Luhut mengklaim, mereka yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 meskipun telah menjalani vaksinasi jumlahnya sangat sedikit.

Luhut mengungkapkan, berdasarkan data yang Ia peroleh seperti di wilayah DKI Jakarta, yang meninggal karena Covid-19 meski sudah divaksin angkanya sangat rendah, yaitu dari 5,1 juta sample, hanya 54 orang yang meninggal.

“Jadi ini angka hanya 0,21 persen. Dan itu rata-rata komorbid. Jadi saya berharap kita semua menyadari masalah vaksin ini satu hal yang penting," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (21/7).

Luhut mengajak, agar masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan vaksin dan tidak ragu karena sangat penting dalam pencegahan Covid-19.

Disamping itu, Luhut menambahkan, langkah testing dan tracing juga tetap dikakukan oleh pemerintah karena sangat penting sehingga kasus Covid-19 dapat terdeteksi dan masa penyembuhan bisa lebih cepat.

"Testing tracing sangat penting sehingga bisa dideteksi dan tinggal penyembuhan lebih cepat 8 hari. Tetapi tingkat meninggalnya lebih cepat kalau penanganan tidak cepat, Saya harap ini jadi perhatian kita semua," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore