
Petugas memeriksa kotak suara yang telah dirakit di Gudang Logistik KPU, Depok, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok telah merakit sebanyak 4.049 kotak suara yang akan digunakan untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (
JawaPos.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta semua pihak yang terlibat dengan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada), untuk secara serius mendukung kerja penyelenggara Pemilu. Sehingga, sisa tahapan sampai pemungutan suara bisa berjalan dengan sukses, aman dari konflik dan Covid-19.
"Ini tidak akan mungkin mampu penyelenggara KPU dan Bawaslu bekerja sendiri. Kita dukung dengan semua kekuatan yang ada, kekuatan Linmas yang di bawah Pemda, Satpol PP yang ada di bawah Pemda, rekan-rekan Polri. Bapak Kapolri, mohon kiranya mengarahkan jajarannya dan juga rekan-rekan TNI, karena memang situasi Pilkada kali ini belum pernah terjadi dalam sejarah bangsa Indonesia digelar, ditengah pandemi, ini baru pertama kali, pengalaman baru kita semua," kata Tito dalam keterangannya, Selasa (24/11).
Tito menyatakan, beberapa aspek dari penyelenggaraan Pilkada yang sudah dan sedang berjalan, seperti aspek anggaran yang berasal dari APBD melalui NPHD. Dalam catatan Kemendagri, anggaran untuk jajaran KPU sudah 100 persen direalisasikan.
"Untuk itu saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada rekan-rekan kepala daerah yang telah merealisasikan NPHD tersebut. Kemudian Bawaslu juga kami data sudah 100 persen," ucap Tito.
Baca juga: Tito Minta Pelaksanaan Pemungutan Suara Pilkada Tak Terjadi Kerumunan
Kendati demikian, anggaran untuk TNI dan Polri, baru terealisasi 97 persen. Dia menyebut, untuk tingkat provinsi sendiri sudah 100 persen. Sementara untuk tingkat kabupaten atau kota persentasenya belum 100 persen, masih 97,43 persen.
"Masih ada lebih kurang Rp 30 miliar yang belum direalisasikan," ujar Tito.
Tito meminta pada masa tenang Pilkada Serentak, mulai 6-8 Desember 2020 untuk membersihkan semua alat peraga kampanye. Seperti spanduk, baliho dan APK lainnya.
Mantan Kapolri ini pun menekankan tidak terjadinya kerumunan saat pemungutan suara 9 Desember 2020 mendatang. Dia mengimbau, masyarakat yang wilayahnya menggelar Pilkada dapat datang sesuai jam undangan.
"Tidak boleh lagi terjadi kerumunan besar dalam bentuk apapun, apalagi yang berpotensi melanggar jaga jarak, tidak boleh terjadi," pungkasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=dTE5q1WvCCs
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022