Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 November 2020 | 03.04 WIB

DPR Minta Pemerintah Waspadai Lonjakan Kasus Baru Selama Libur Panjang

SONGGOLANGIT: Desa Wisata Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, yang berada di kaki Gunung Ijen. Salah satu andalannya adalah pemandangan sawah terasering. (RAMADAN KUSUMA/JAWA POS RADAR BANYUWANGI) - Image

SONGGOLANGIT: Desa Wisata Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, yang berada di kaki Gunung Ijen. Salah satu andalannya adalah pemandangan sawah terasering. (RAMADAN KUSUMA/JAWA POS RADAR BANYUWANGI)

JawaPos.com - Libur panjang natal dan tahun baru (Nataru) dikhawatirkan terjadi lonjakan kasus baru Covid-19. Agar kekhawatiran itu tidak terjadi, Komisi X DPR meminta pemerintah membuat langkah antisipasi. Aparat dan masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan.

Episentrum atau lokasi yang diwaspadai adalah di pusat keramaian. Seperti objek wisata, stasiun, bandara, dan terminal bus.

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyiapkan destinasi wisata dengan baik, termasuk destinasi wisata alternatif di sejumlah desa wisata, sehingga kunjungan wisatawan tidak membludak.

"Saya mohon kepada Mas Tama (Menparekraf Wishnutama Kusubandio) supaya semua destinasi wisata bisa menyiapkan diri dengan baik. Karena, ini hampir pasti momen libur panjang, mau tahun baru, termasuk liburan anak-anak selesai tengah semesteran. Saya membayangkan akan terjadi mobilisasi wisatawan domestik. Walaupun kira-kira gak punya duit ini maksain," terang Syaiful Huda di Jakarta, Rabu (18/11).

Huda mengatakan, tingkat kejenuhan masyarakat, terutama anak-anak, akibat pandemi Covid-19 sangat luar biasa. Untuk anak-anak, mereka terpaksa harus melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). "Isu depresi ini benar gila. Beberapa anak di luar Jawa mengalami depresi karena menghadapi PJJ ini," ungkapnya.

Huda memprediksi akan terjadi mobilisasi masyarakat ke tempat-tempat wisata pada akhir tahun. "Saya menganjurkan nggak usah ke destinasi wisata gede, tapi cukup selfie di spot-spot desa wisata," tuturnya.

Untuk menampung animo masyarakat pada akhir tahun, Kemenparekraf diminta untuk meningkatkan kualitas desa-desa wisata dari destinasi penyangga menjadi destinasi prioritas dan superprioritas.

Baca juga:


"Karena faktanya yang bisa melibatkan langsung, memberdayakan masyarakat, anak-anak muda bisa langsung kerja ya desa wisata. Kalau yang destinasi wisata prioritas atau super prioritas kan itu investor semua, yang paling konkret ya desa wisata," tuturnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=wue-FZBK7u0

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore