
Ketua MA Hatta Ali dalam konferensi
JawaPos.com - Muhammad Hatta Ali bakal melepaskan jabatannya sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA). Hatta resmi melepaskan jabatannya setelah memasuki masa pensiun di usia 70 tahun pada Selasa 7 April 2020, besok. Dia akan meninggalkan MA secara administratif pada 1 Mei 2020.
"Secara normatif, saya akan memasuki usia pensiun besok, 7 April 2020. Namun, secara administratif, saya akan menanggalkan jabatan ketua MA terhitung 1 Mei 2020," kata Hatta Ali dalam Sidang Paripurna Khusus Pemilihan Ketua MA, Senin (6/4).
Pemilihan Ketua MA yang baru dilaksanakan di ruang Prof Kusumaatmaja Gedung MA, Jakarta Pusat. Pemilihan pengganti Hatta Ali digelar dengan prosedur tetap (protap) pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Maka dalam pemilihan Ketua MA tidak dihadiri jajaran peradilan.
"Pemilihan Ketua MA kali ini tidak menghadirkan pengunjung namun hanya dihadiri oleh pemilik hak suara dan panitia pemihan," ujar Ali.
Ali meyakini, kondisi yang tak dihadiri jajaran peradilan tidak mengurangi keterbukaan proses pemilihan Ketua MA karena prosesnya disiarkan secara langsung. "Pemilihan ini juga dapat disaksikan langsung secara live streaming oleh publik media massa serta seluruh warga pengadilan," urai Ali.
Menurut Ali, pemilihan Ketua MA turut dihadiri oleh seluruh pemilik hak suara atau sebanyak 47 Hakim Agung. Hatta Ali memastikan, sidang paripurna khusus pemilihan Ketua MA telah memenuhi unsur kuorum.
"Berdasarkan daftar yang hadir, dar8 jumlah hakim agung sebanyak 47 orang, hadir sebanyak 47 orang, dengan kata lain, tidak ada yang tidak hadir," tukasnya.
Untuk diketahui, kepemimpinan Ketua MA Hatta Ali akan memasuki masa purna tugas karena berusia 70 tahun pada 7 April ini. Hatta Ali menjadi Ketua MA pada 2012 hingga 2017 menggantikan Harifin Tumpa.
Terdapat tiga Hakim Agung yang berpotensi menggantikan Hatta Ali sebagai Ketua MA. Tiga nama itu adalah Hakim Agung Andi Samsan Nganro, Wakil Ketua MA Bidang Yudisial Syarifuddin, dan Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial Sunarto.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
