
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan Stasiun KRL Poris, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). Kegiatan tersebut sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 atau virus Corona di area publik. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Pandemi virus korona jenis baru atau COVID-19 tak bisa lagi dianggap sebelah mata oleh masyarakat. Berdasarkan data, Indonesia kini menjadi negara dengan angka kematian virus korona tertinggi di Asia Tenggara. Tentunya merujuk dari pernyataan pemerintah yang mengungkapkan adanya 19 kematian per Rabu (18/3).
Dilansir dari StraitsTimes dan South China Morning Post, Kamis (19/3), korban tewas sekarang di Indonesia sudah melampaui Filipina. Jumlah kematian di Filipina ada 17 kasus kematian. Sedangkan Malaysia, meski memiliki kasus positif terbanyak di Asia Tenggara yakni 790 kasus, tapi hanya ada 2 kematian.
Berikut data Indonesia menjadi negara dengan kasus kematian terbanyak di Asia Tenggara.
1. Indonesia : 19 Kasus Kematian
2. Malaysia : 2 Kasus Kematian
3. Filipina : 17 Kasus Kematian
4. Singapura : 0 Kasus Kematian
5. Thailand : 1 Kasus Kematian
6. Laos : 0 Kasus Kematian
7. Kamboja : 0 Kasus Kematian
8. Brunei Darussalam : 0 Kasus Kematian
9. Myanmar : 0 Kasus Kematian
10. Vietnam : 0 Kasus Kematian
Photo
Sedangkan untuk presentase angka kematian atau mortality rate di Indonesia berada di posisi kedua setelah Filipina. Ini berdasarkan data Worldometers adalah total jumlah kematian dibagi jumlah penderita dikali 100.
Indonesia, 227 Kasus, 19 Meninggal = 8,37 persen
Malaysia, 790 kasus, 2 meninggal = 0,25 persen
Singapura, 266 kasus, 0 meninggal = 0 persen
Thailand, 212 kasus, 1 meninggal = 0,47 persen
Filipina, 202 kasus, 17 meninggal = 8,41 persen
Brunei Darusalam, 56 kasus, 0 meninggal = 0 persen
Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Untuk COVID-19 Achmad Yurianto menjelaskan, penambahan jumlah kasus akan trus terjadi setiap hari karena adanya pelacakan kontak (contact tracing) dari pasien sebelumnya. Lonjakan jumlah kematian juga karena rumah sakit tidak melaporkan kematian dari 12-17 Maret 2020. Sehingga tak heran jika akan terjadi penambahan pasien.
"Akan terus terjadi penambahan pasien karena kami terus lakukan contact tracing. Edukasi gencar dilaksanakan setiap hari. Masyarakat sudah mulai menyadari mereka harus waspada," kata Yurianto kepada wartawan, Rabu (18/3).
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=lz65DHwoBkE
https://www.youtube.com/watch?v=W8Z32tTauyo
https://www.youtube.com/watch?v=jaSi5FoPrBQ

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
