
MENUJU KARANTINA: WNI yang dievakuasi dari Wuhan disemprot cairan disinfektan saat turun dari pesawat di Bandara Hang Nadim, Batam, Minggu (2/2). (Indonesian Foreign Ministry via AP)
JawaPos.com - Sepekan sudah 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari Wuhan, Tiongkok melewati masa karantina di Natuna, Kepulauan Riau. Pemerintah sudah harus menyiapkan skenario bagaimana mekanisme pemulangan mereka.
Sesuai masa inkubasi virus Korona, yakni 14 hari sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seluruh WNI yang dikarantina harus menjalani masa karantina sampai masa inkubasi selesai. Kemenkes menuturkan bahwa sejauh ini, kondisi para WNI dalam keadaan sehat meskipun ada beberapa yang mengeluhkan sakit ringan seperti gangguan pencernaan dan cemas.
"Sedang diperhitungkan dan dikomunikasikan apakah 14 harinya itu pada saat mereka berangkat dari Wuhan atau pada saat mereka tiba di Natuna atau Batam supaya tidak diributkan," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono kepada wartawan.
Pemerintah juga tengah membahas skenario pemulangan 238 WNI kepada keluarganya. Jika memang sudah selesai dan tak menunjukkan gejala klinis apapun, pastinya mereka sudah bisa pulang. Anung juga memastikan mereka tetap akan mengacu pada standar yang ditetapkan WHO.
"Ahli Tiongkok merilis bahwa inkubasinya 28 hari, nanti kalau ditambah-tambah jadi pening kan. Pokoknya mengacunya pada WHO," ungkap Anung.
Sejauh ini hasil pemeriksaan pasien dalam pengawasan per 10 Februari 2020, total kasus yang spesimennya dikirim ke laboratorium badan Litbangkes Kemenkes sebanyak 64 kasus. Dari jumlah tersebut, 62 kasus di antaranya negatif, sedangkan 2 sisanya sedang diperiksa.
"Sejauh ini yang positif Novel Coronavirus masih nol," jelas Anung.
Sebelumnya Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto mengatakan bahwa pemerintah sudah memikirkan skenario pemulangan para WNI kepada keluarganya. Karena penerbangan dari Natuna terbatas, maka para WNI akan diterbangkan ke Jakarta. Setelah itu barulah akan pulang ke domisili masing-masing.
"Mungkin nantinya akan antar sampai Jakarta. Kami sedang kordinasi dengan kepala daerah," kata Yurianto.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
