
PANTAU: Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Ahmadi Heri Purwono memberikan arahan kepada awak KRI yang berpatroli di Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (18/6). (KOARMADA I FOR JAWA POS)
JawaPos.com - Komando Armada (Koarmada) I merespons cepat meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan. Tidak kurang empat KRI dikerahkan ke perairan Natuna, Kepulauan Riau, untuk bersiaga.
Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Ahmadi Heri Purwono pun sudah turun langsung ke Selat Lampa di perairan Natuna Utara. Dia memeriksa KRI yang berpatroli di selat tersebut.
Menurut Heri, meningkatnya tensi di Laut China Selatan mesti cepat direspons. Sebab, angkatan laut dari negara-negara lain sudah mengirim kekuatan mereka ke Laut China Selatan.
”Yang menimbulkan kekhawatiran di negara-negara kawasan,” kata dia.
Perwira tinggi bintang dua TNI-AL tersebut menyatakan, operasi kekuatan militer negara-negara itu berpotensi bergeser ke selatan. Artinya, kekuatan militer tersebut bisa masuk ke wilayah perairan Indonesia. Yakni, Laut Natuna Utara.
”Situasi tersebut mendorong untuk meningkatkan kesiapsiagaan TNI-AL, dalam hal ini Koarmada I, di Laut Natuna Utara,” beber Heri.
Saat ini Koarmada I sudah meningkatkan patroli KRI yang berada di bawah kendalinya. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari antisipasi perkembangan situasi di wilayah itu.
KRI yang dikerahkan oleh Koarmada I ke Natuna terdiri atas KRI Bung Tomo-357, KRI Yos Sudarso-353, KRI Wiratno-379, dan KRI Bontang-907. Empat KRI tersebut dikirim ke Natuna untuk siaga di perairan Natuna Utara. Lantaran memerlukan kesiapan pendukung dari jajaran Lantamal maupun Lanal di bawah Koarmada I, Heri meminta seluruh jajarannya juga bersiap dengan kesiagaan tinggi.
Dengan begitu, seluruh jajaran Koarmada I mampu mendukung operasi. Heri pun berpesan agar seluruh prajurit Koarmada I tidak gegabah dalam bertindak. Mereka harus bisa bergerak dengan hati-hati. Sebab, tindakan mereka bisa saja memengaruhi hubungan antarnegara.
”Karena itu, seluruh prajurit wajib meningkatkan profesionalisme dan pengetahuan,” imbuhnya.
Meski TNI-AL sudah mengerahkan empat KRI untuk bersiaga di Natuna, Koarmada I tidak melarang aktivitas nelayan. Mereka semua masih boleh mencari ikan.
”Karena sampai saat ini laut masih aman untuk kegiatan nelayan,” imbuh Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Letkol Laut (P) Fajar Tri Rohadi. Penambahan KRI di Natuna juga belum dilakukan. Koarmada I masih melihat bagaimana ketegangan berkembang.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=nmNFdyZfS58
https://www.youtube.com/watch?v=gvfytZVNx3o
https://www.youtube.com/watch?v=IL8mS7Ucx1c

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
