Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Desember 2019 | 21.55 WIB

Nama 2 Mahasiswa UHO yang Jadi Korban saat Demo Diabadikan di KPK

Muhamad Yusuf Kardawi (kiri), mahasiswa Fakultas Teknik. Himawan Randi, (kanan), mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Keduanya berasal dari  Universitas Halu Oleo, Kendari. Mereka menjadi korban tewas ketika menggelar aksi protes terhadap penol - Image

Muhamad Yusuf Kardawi (kiri), mahasiswa Fakultas Teknik. Himawan Randi, (kanan), mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Keduanya berasal dari Universitas Halu Oleo, Kendari. Mereka menjadi korban tewas ketika menggelar aksi protes terhadap penol

JawaPos.com - Perjuangan Immawan Randy dan Yusuf Kardawi, mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yang meninggal saat aksi #ReformasiDikorupsi, mendapat tempat di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nama mereka diabadikan sebagai nama ruangan di gedung Pusat Pendidikan Antikorupsi (Anti-Corruption Learning Center) KPK.

Ketua KPK Agus Rahardjo menilai Randy dan Yusuf adalah pahlawan. Perjuangan keduanya dalam aksi membela KPK dari pelemahan pada 26 September harus terus diingat dan menjadi simbol perjuangan melawan korupsi. ”Kami ingin ada ruang di KPK yang diberi nama ruang Randy dan Yusuf,” ujar Agus kemarin (12/12).

Penghargaan tersebut disampaikan langsung kepada keluarga Randy-Yusuf. Keluarga korban datang dari Sulawesi Tenggara ke Jakarta untuk menuntut keadilan. Sebelum menyambangi KPK, keluarga mengadu ke Komisi III DPR, Ombudsman RI, dan Komnas HAM selama dua hari (10-11 Desember).

Selama di Jakarta, keluarga korban didampingi pegiat HAM dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan koalisi masyarakat sipil yang terdiri atas Amnesty International, Kontras, serta LBH Jakarta.

La Sali, ayahanda Randy, berharap penanganan kasus penembakan anaknya terus diperjuangkan. ”Semoga masalah ini tetap diperjuangkan agar generasi ke depan tidak takut untuk menegakkan kebenaran dan keadilan,” ujarnya.

Senada, Endang Yulida, ibunda Yusuf, berharap pembunuh anaknya cepat terungkap. ”Kenapa pelakunya (pembunuh Yusuf, Red) belum terungkap?” tanya dia.

Endang berpesan kepada aparat dan pihak yang bertanggung jawab menuntaskan kasus penembakan Yusuf untuk bekerja dengan hati dan mengedepankan kemanusiaan.

Photo

TUNTUT KEADILAN: La Sali, ayahanda Randy (empat dari kiri), dan Endang Yulida, ibunda Yusuf (dua dari kiri), bersama koalisi masyarakat sipil memberikan keterangan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (12/12). (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore