
Muhamad Yusuf Kardawi (kiri), mahasiswa Fakultas Teknik. Himawan Randi, (kanan), mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Keduanya berasal dari Universitas Halu Oleo, Kendari. Mereka menjadi korban tewas ketika menggelar aksi protes terhadap penol
JawaPos.com - Perjuangan Immawan Randy dan Yusuf Kardawi, mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yang meninggal saat aksi #ReformasiDikorupsi, mendapat tempat di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nama mereka diabadikan sebagai nama ruangan di gedung Pusat Pendidikan Antikorupsi (Anti-Corruption Learning Center) KPK.
Ketua KPK Agus Rahardjo menilai Randy dan Yusuf adalah pahlawan. Perjuangan keduanya dalam aksi membela KPK dari pelemahan pada 26 September harus terus diingat dan menjadi simbol perjuangan melawan korupsi. ”Kami ingin ada ruang di KPK yang diberi nama ruang Randy dan Yusuf,” ujar Agus kemarin (12/12).
Penghargaan tersebut disampaikan langsung kepada keluarga Randy-Yusuf. Keluarga korban datang dari Sulawesi Tenggara ke Jakarta untuk menuntut keadilan. Sebelum menyambangi KPK, keluarga mengadu ke Komisi III DPR, Ombudsman RI, dan Komnas HAM selama dua hari (10-11 Desember).
Selama di Jakarta, keluarga korban didampingi pegiat HAM dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan koalisi masyarakat sipil yang terdiri atas Amnesty International, Kontras, serta LBH Jakarta.
La Sali, ayahanda Randy, berharap penanganan kasus penembakan anaknya terus diperjuangkan. ”Semoga masalah ini tetap diperjuangkan agar generasi ke depan tidak takut untuk menegakkan kebenaran dan keadilan,” ujarnya.
Senada, Endang Yulida, ibunda Yusuf, berharap pembunuh anaknya cepat terungkap. ”Kenapa pelakunya (pembunuh Yusuf, Red) belum terungkap?” tanya dia.
Endang berpesan kepada aparat dan pihak yang bertanggung jawab menuntaskan kasus penembakan Yusuf untuk bekerja dengan hati dan mengedepankan kemanusiaan.
Photo
TUNTUT KEADILAN: La Sali, ayahanda Randy (empat dari kiri), dan Endang Yulida, ibunda Yusuf (dua dari kiri), bersama koalisi masyarakat sipil memberikan keterangan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (12/12). (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
