Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Oktober 2019 | 04.12 WIB

Menanti Gebrakan Kabinet Indonesia Maju untuk Tuntaskan 2 PR

Jokowi-Ma - Image

Jokowi-Ma

JawaPos.com - Kabinet Indonesia Maju yang beberapa hari lalu dilantik Presiden Jokowi-Wapres Ma'ruf memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) untuk bangsa. Di antaranya di sektor hukum dan ekonomi.

Pengamat Politik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta Andriadi Achmad menyebut, publik kini menanti gebrakan dari menteri-menteri Jokowi-Ma'ruf Amin. Dari sekian banyak PR yang bakal dikerjakan, terdapat dua sektor penting yang ditunggu rakyat Indonesia. Yaitu, sektor hukum dan ekonomi.

"Masyarakat menunggu gebrakan yang dilakukan para menteri itu. Apalagi figur yang masuk dalam kabinet Indonesia Maju adalah orang-orang hebat di bidangnya," Andriadi Achmad kepada JawaPos.com, Senin (28/10).

Menurut Andriady, rakyat sangat berharap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf bisa menyelesaikan berbagai persoalan-persoalan bangsa khususnya terkait dengan perbaikan ekonomi dan kepastian hukum. Saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Oleh karena itu, agenda perbaikan ekonomi dan hukum perlu perhatian serius, dikebut, dan digenjot secara masif. "Persoalan tersebut akar dari persoalan-persoalan lainnya," Direktur Eksekutif PolCom SRC (Political Communication Studies and Research Center) itu.

Andriadi menyebut, para menteri di Kabinet Indonesia Maju harus melakukan percepatan gerakan dalam melanjutkan pembangunan periode pertama Jokowi. "PR-PR Jokowi di periode pertama perlu diselesaikan secepat mungkin. Mulai dari persoalan politik, hukum, ekonomi, disintegrasi bangsa, dan lain sebagainya," ujarnya.

Sebelumnya Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengaku memiliki banyak tugas untuk melanjutkan pencapaian dari pendahulunya, Ryamizard Ryacudu. Di antaranya masalah terkait dengan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI maupun kesejahteraan prajurit TNI.

Begitu juga dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Dia mengaku, menjadi menteri selama dua periode memiliki tantangan tersendiri untuk bisa lebih kencang berlari menjaga perekonomian Indonesia. Dia menyebut bahwa tantangan ke depan lebih berat. Indonesia saat ini sedang berjuang menghadapi perekonomian global yang dinamis dan tidak pasti. Apalagi, pelemahan ekonomi sudah menekan negara-negara lain. "Dibutuhkan suatu policy yang terus menerus untuk menjaga ekonomi kita dari tantangan pelemahan global," ujarnya.

Untuk menjawab tantangan itu, Sri Mulyani memastikan tidak kaku dengan suatu kebijakan. Dia tetap terbuka dengan dinamika yang ada. Sebab, tidak ada kebijakan yang sifatnya statis. ’’Harus terus melihat dinamika dari kondisi ekonomi, unsur dari sumber daya, dan apa-apa yang perlu ditingkatkan,’’ ungkap perempuan kelahiran 26 Agustus 1962 itu.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore