
Jokowi-Ma
JawaPos.com - Kabinet Indonesia Maju yang beberapa hari lalu dilantik Presiden Jokowi-Wapres Ma'ruf memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) untuk bangsa. Di antaranya di sektor hukum dan ekonomi.
Pengamat Politik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta Andriadi Achmad menyebut, publik kini menanti gebrakan dari menteri-menteri Jokowi-Ma'ruf Amin. Dari sekian banyak PR yang bakal dikerjakan, terdapat dua sektor penting yang ditunggu rakyat Indonesia. Yaitu, sektor hukum dan ekonomi.
"Masyarakat menunggu gebrakan yang dilakukan para menteri itu. Apalagi figur yang masuk dalam kabinet Indonesia Maju adalah orang-orang hebat di bidangnya," Andriadi Achmad kepada JawaPos.com, Senin (28/10).
Menurut Andriady, rakyat sangat berharap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf bisa menyelesaikan berbagai persoalan-persoalan bangsa khususnya terkait dengan perbaikan ekonomi dan kepastian hukum. Saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.
Oleh karena itu, agenda perbaikan ekonomi dan hukum perlu perhatian serius, dikebut, dan digenjot secara masif. "Persoalan tersebut akar dari persoalan-persoalan lainnya," Direktur Eksekutif PolCom SRC (Political Communication Studies and Research Center) itu.
Andriadi menyebut, para menteri di Kabinet Indonesia Maju harus melakukan percepatan gerakan dalam melanjutkan pembangunan periode pertama Jokowi. "PR-PR Jokowi di periode pertama perlu diselesaikan secepat mungkin. Mulai dari persoalan politik, hukum, ekonomi, disintegrasi bangsa, dan lain sebagainya," ujarnya.
Sebelumnya Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengaku memiliki banyak tugas untuk melanjutkan pencapaian dari pendahulunya, Ryamizard Ryacudu. Di antaranya masalah terkait dengan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI maupun kesejahteraan prajurit TNI.
Begitu juga dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Dia mengaku, menjadi menteri selama dua periode memiliki tantangan tersendiri untuk bisa lebih kencang berlari menjaga perekonomian Indonesia. Dia menyebut bahwa tantangan ke depan lebih berat. Indonesia saat ini sedang berjuang menghadapi perekonomian global yang dinamis dan tidak pasti. Apalagi, pelemahan ekonomi sudah menekan negara-negara lain. "Dibutuhkan suatu policy yang terus menerus untuk menjaga ekonomi kita dari tantangan pelemahan global," ujarnya.
Untuk menjawab tantangan itu, Sri Mulyani memastikan tidak kaku dengan suatu kebijakan. Dia tetap terbuka dengan dinamika yang ada. Sebab, tidak ada kebijakan yang sifatnya statis. ’’Harus terus melihat dinamika dari kondisi ekonomi, unsur dari sumber daya, dan apa-apa yang perlu ditingkatkan,’’ ungkap perempuan kelahiran 26 Agustus 1962 itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
