
Suasana kandang di pasar kambing An’am, Makkah. Pasar kambing ini merupakan pasar kambing Kakiyah yang dibongkar karena sudah banyak pemukiman penduduk di sekitarnya. Hilmi Setiawan/Jawa Pos
JawaPos.com – Sebagian besar jamaah haji Indonesia menjalankan haji tamatuk. Yaitu melakukan umrah wajib terlebih dahulu sebelum pelaksanaan haji. Konsekuensi haji tamatuk adalah jamaah wajib membayar dam berupa satu ekor kambing.
Selama ini pasar kambing di Makkah yang legendaris adalah Pasar Kakiyah. Rombongan jamaah haji, termasuk dari Indonesia, membeli kambing di pasar ini untuk membayar kewajiban dam. Namun lantaran sedang dibongkar, maka jamaah haji membeli kambing di Pasar An'am.
Wartawan Jawa Pos M. Hilmi Setiawan juga membeli dam di kawasan An'am atau di jalan KM 10 Makkah itu. Harga kambing yang dijual bervariasi. Mulai dari SR 280 hingga ada yang SR 600 bahkan lebih. Harga tersebut menyesuaikan dengan ukuran kambing yang dipilih.
Di tempat pemotongan hewan yang ada di salah satu sudut pasar juga terlihat jamaah Indonesia lainnya. Dia adalah Hasim Adnan dari Kloter JKS-20 asal Embarkasi Jakarta-Bekasi.
"Total ada 83 ekor kambing yang kami beli dan disembelih di sini," katanya didampingi jamaah lain yang bernama Yudi.
Adnan menuturkan dia membeli kambing cukup banyak karena dititipi oleh jamaah lainnya. Dari pada seluruh jamaah datang ke pasar, lebih baik diwakilkan beberapa orang saja.
Mereka lantas taksi untuk menuju pasar tersebut. Dihitung dari Masjidilharam, jarak pasar kambing itu sekitar 10 kilometer (KM).
Dia menuturkan sengaja membeli kambing saat ini atau sebelum puncak musim haji. Sebab jika membeli kambing setelah puncak haji, maka dikhawatirkan pasar kambing tersebut sudah padat oleh jamaah dari negara lainnya.
Menurut Adnan kondisi pasar kambingnya bersih. Termasuk tempat pemotongan hewannya juga bersih.
Jamaah yang membeli kambing untuk membayar dam, bisa melihat proses pemotongan hingga kambing dikuliti dan dipotong-potong. Saluran sanitasi di lokasi penyembelihan kambing itu juga baik. Sehingga terlihat bersih meskipun ratusan ekor kambing disembelih.
Ali Hasan salah satu pedagang kambing di pasar tersebut menuturkan kambing yang dia jual berkisar di harga SR 280 sampai SR 350. Kambing yang dia jual adalah kambing asli Arab Saudi. Dia menjelaskan harga yang dia patok itu sudah termasuk dengan ongkos pemotongan hewan sebesar SR 20 perekor.
Terkait dengan distribusi hewan kambingnya, Ali menjelaskan semua orang yang menggunakan kaos merah dan membantu memotong kambing adalah orang miskin. Jadi, dagingnya bisa langsung diberkan di lokasi. Atau jamaah haji juga bisa mengambil daging kambingnya untuk dibagikan sendiri ke orang miskin.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
