
Embun di Gunung Bromo (ZAINAL ARIFIN/JAWA POS)
JawaPos.com - Setelah mengalami erupsi selama 7 menit 14 detik pada Jumat sore (19/7), kondisi Gunung Bromo kembali stabil. Meski begitu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap mengimbau pengunjung tidak melebihi jarak aman radius 1 kilometer dari kawah Bromo.
Kepala Pos Pantau Gunung Api (PGA) Bromo Wahyu Ardian Kusuma mengatakan, mulai 1 hingga 18 Juli cuaca di sekitar Bromo tercatat cerah, berawan, hingga mendung.
Kemudian, Jumat pukul 16.43 ada satu kali hujan gerimis. "Terjadi erupsi pada Gunung Bromo. Namun, karena cuaca berkabut, tidak terlihat jelas letusan dan abu vulkanik yang dilontarkan," kata dia kepada Jawa Pos Radar Bromo kemarin (20/7).
Mengenai banjir lahar di lautan pasir Bromo yang videonya viral, Wahyu menjelaskan, itu merupakan fenomena alam biasa. Dia memastikan bahwa hal tersebut tidak terkait dengan aktivitas erupsi. Namun, disebabkan hujan di sekitar Kaldera Tengger dan puncak Gunung Bromo. Kondisi itu bersamaan dengan erupsi. Dengan demikian, ada yang menyangka itu akibat dari erupsi.
Morfologi Kaldera Tengger merupakan topografi rendah dikelilingi perbukitan. Ketika hujan, aliran air akan bergerak ke arah dasar kaldera. "Endapan batuan di sekitar perbukitan Kaldera Tengger dan puncak Gunung Bromo umumnya terdiri atas produk jatuhan yang bersifat lepas. Mudah tergerus air hujan," terangnya.
Pascaerupsi, kondisi Bromo, tegas Wahyu, terus stabil. Cuaca cerah, berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah selatan, barat daya, barat, dan barat laut. Dengan volume curah hujan 0,4 mm per hari. Statusnya level II (waspada).
Anggit Hermanuadi, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, mengatakan bahwa aliran air yang membawa pasir dan batu-batuan itu bukan banjir lahar. Kondisi itu disebabkan hujan terjadi di sekitar selatan kawah sehingga ada air limpasan yang membawa material vulkanis atau biasa disebut lahar dingin di laut pasir. Kondisi tersebut bakal berlangsung bergantung curah hujan yang terjadi. "Alhamdulillah, kondisi Bromo sudah cerah dan stabil. Pengunjung yang datang terus meningkat," terangnya.
Supervisor Pusdalops BPBD Jatim Dino Andalananto mengungkapkan, gempa beberapa kali terjadi setelah erupsi, tetapi tidak ada yang sampai overscale. Dino menjelaskan, saat erupsi, kolom abu tidak teramati karena cuaca cenderung berkabut dan berawan. Apalagi, peristiwa terjadi menjelang petang. Dari citra satelit, kata Dino, dipastikan bahwa kolom abu tidak terlontar tinggi sehingga tak ada dampak bagi penerbangan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
