
1.500 relawan tenaga kesehatan hingga pasien yang berada di Wisma Atlet mengayunkan angklung dalam Peringatan 1 Tahun perjuangan RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran beroperasi menangani pandemi Corona, Selasa (23/3/2021). Dalam Perayaan ini seluruh
JawaPos.com - Guru Besar Pulmonologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. DR. dr. Menaldi Rasmin, Sp.P(K), menuturkan, booster vaksin atau dosis ketiga vaksin Covid-19 menjadi sebuah harapan baru bagi tenaga kesehatan.
"Di mana-mana di seluruh dunia sudah mulai terlihat booster vaksin cukup baik untuk memberikan hasil peningkatan yang menetap dan cukup tinggi kadarnya dari tiap-tiap individu. Maka booster vaksin sekarang menjadi sebuah harapan baru dan Indonesia sudah mulai masuk di situ," tutur dia dalam sebuah webinar kesehatan, Minggu.
Menaldi mengatakan, dosis ketiga vaksin yang beberapa waktu lalu diberikan pada 50 Guru Besar Fakultas Kedokteran juga akan segera diterima pada semua tenaga kesehatan yang setiap hari bekerja dengan kasus-kasus Covid-19 berat. Ini merupakan kali pertama pemberian booster vaksin dan menggunakan vaksin berbeda dari sebelumnya.
"Kemarin hanya 50, Guru Besar kita lebih banyak dari itu, cuma 50 vaksin disiapkan. Karena sebetulnya vaksin tersebut juga disiapkan untuk semua tenaga kesehatan melihat banyak berguguran tenaga kesehatan akhir-akhir ini sehingga harus diperkuat karena mereka yang bekerja setiap hari dengan kasus-kasus yang berat," tutur Menaldi.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Moh. Adib Khumaidi mengatakan, booster vaksin akan diberikan pada tenaga kesehatan yang sudah mendapatkan dua dosis suntikan vaksin sebelumnya. Terkait teknis pelaksanaannya nanti seperti apa, dia akan terus memperbaharui informasinya sembari berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan.
"Untuk booster sudah disiapkan yang sudah pernah dua kali vaksin. Teknisnya seperti apa, kami belum dapat update informasi dari Kementerian Kesehatan, kami akan koordinasikan di lapangan. Tetapi yang jelas, prosesnya sama seperti pada vaksinasi sebelumnya," kata dia.
Sebelumnya, pada Jumat (16/7), sebanyak 50 Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mendapat suntikan vaksin dosis ketiga atau booster vaksin Moderna asal Amerika Serikat di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin berharap, vaksinasi serupa juga dapat diikuti tenaga kesehatan lainnya tanpa ragu. Dia mengatakan, pelaksanaan vaksinasi booster untuk tenaga kesehatan ini akan lebih mudah mengingat tempat kerja mereka dilengkapi fasilitas kesehatan yang menunjang. (*)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
