
Proses pemakaman jenazah korban kecelakaan muat di Tanjakan Emen, Minggu (11/2).
JawaPos.com - Teti Sumiati, 42 tahun, menjadi salah satu korban kecelakaan bus di kawasan Tanjakan Emen, Jalan Raya Bandung-Subang, Kampung Cicenang, Ciater Subang, Jawa Barat, Sabtu (10/2) kemarin. Dia pun menjadi orang pertama yang dimakamkan di TPU Pisangan, Tanggerang Selatan, Minggu.
Teti tidak dikuburkan secara masal. Namun, dia dikuburkan berdampingan dengan satu keluarga lainnya, yang juga tewas usai berwisata di Tangkuban Perahu itu.
Saat dikuburkan, banyak warga yang menghantar kepergiannya. Bagaimana tidak, Teti merupakan ibu Rukun Tetangga (RT) 08/ RW 01, Pisangan, Tangsel.
Sosoknya pun cukup disegani warganya. "Baik banget. Ibu Teti orangnya ramah, baik, bijaksana, nggak pilih kasih, warganya sama nggak dibeda-bedain," ujar Icih yang merupakan warga Teti.
Tak hanya di mata warganya, Teti juga merupakan sosok yang baik di mata rekan-rekan SMA-nya di PGRI 56.
"Humble, baik banget. Buat saya Bu Teti sahabat yang paling baik, yang care dengan kawan-kawannya. Dia care apalagi masalah kalau ada yang berduka. Namanya Teti, selalu hadir walapun jauh," tutur Rosi, rekan SMA Teti.
Kata dia, sahabatnya itu cukup aktif mengikuti kegiatan di lingkungannya. Dia menjadi ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga dan ikut menjadi anggota sebuah koperasi.
Dia juga aktif mengikuti kegiatan reuni SMA PGRI 56. Sesaat sebelum pergi berwisata, Rosi mengaku dikabari Teti.
Karenanya, dia mengaku kaget ketika dengar ada kecelakan bus dari Ciputat Timur. Bahkan, dia berharap sahabatnya itu bukan menjadi salah satu korban
"Syok banget. Saya berharap dia nggak menjadi korban di situ. Kita berharap. Tapi, semua sudah jalannya," tutur Rosi diiringi tangis pilu menghantar kepergian Teti.
Dalam perjalanan wisata tersebut, diketahui Teti pergi bersama sang suami. Keadaan suami Teti, Naman, saat ini masih ditangani RSUD Tangerang Selatan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
