
Menhan Ryamizard Ryacudu (Hendra Eka/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu akan menemui Menhan Amerika Serikat (AS), James Mattis dalam waktu dekat ini. Ryamizard mengaku akan menanyakan terkait dokumen National Security Archive (NSA), National Declassification Center (NDC), dan National Archives and Records Administration (NARA).
Dalam dokumen itu menyebut bahwa ada upaya yang diduga dari TNI AD untuk menghancurkan Partai Komunis Indonesia (PKI), dan menggulingkan Soekarno menjadi Presiden Indonesia pada tahun 1965.
"Nanti saya akan temui Menhan AS tanggal 25 di Filipina, akan saya tanya ini," ujar Ryamizard Ryacudu saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/10).
Pertemuannya dengan Menhan AS akan berlangsung selama satu jam. Melalui pertemuan tersebut, menurut Ryamizard, ia dapat menanyakan detail informasi mengenai TNI AD yang diduga ingin menghancurkan PKI dan menggulingkan Presiden Soekarno.
"Cukup lama 'kan pertemuan 1 jam. Nah, saya tanya ini," kata Ryamizard Ryacudu.
Sekadar informasi, sebanyak 36 dokumen rahasia diplomatik AS diungkap ke publik. Dokumen itu berisi tentang tragedi pembantaian orang-orang yang dituduh berhubungan dengan PKI.
Dokumen-dokumen tersebut dibuka oleh National Security Archive (NSA), National Declassification Center (NDC), dan National Archives and Records Administration (NARA). Dokumen ini tebalnya 30 ribu halaman dan berisi berbagai macam catatan Kedutaan Besar AS di Jakarta.
Dokumen-dokumen itu secara khusus menyebutkan pembunuhan massal itu diperintahkan oleh Soeharto (Presiden kedua RI). Perintah itu disebut sebagai upaya kudeta, tapi akhirnya gagal.
Selain itu, disebutkan pula pembantaian itu dibantu oleh Ansor, organisasi sayap Nahdlatul Ulama (NU). Rangkaian dokumen yang berbentuk catatan harian dari tahun 1964-1968 itu menyebutkan, di antaranya tentang upaya TNI AD untuk menyingkirkan Soekarno dan menghancurkan gerakan kiri di Indonesia, eskekusi terhadap pemimpin PKI, serta keterlibatan pejabat Amerika dalam mendukung upaya TNI AD itu.
Disebutkan pula upaya penjatuhan Soekarno itu tidak lepas dari pendekatan TNI AD kepada sejumlah kedutaan besar negara-negara Barat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
