Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Oktober 2017 | 05.11 WIB

Dokumen Rahasia Peristiwa 65 Terungkap, Menhan RI-AS Gelar Pertemuan

Menhan Ryamizard Ryacudu (Hendra Eka/Jawa Pos) - Image

Menhan Ryamizard Ryacudu (Hendra Eka/Jawa Pos)

‎JawaPos.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu akan menemui Menhan Amerika Serikat (AS), James Mattis dalam waktu dekat ini. Ryamizard mengaku akan m‎enanyakan terkait dokumen National Security Archive (NSA), National Declassification Center (NDC), dan National Archives and Records Administration (NARA).


Dalam dokumen itu menyebut bahwa ada upaya yang diduga dari TNI AD untuk menghancurkan Partai Komunis Indonesia (PKI), dan menggulingkan Soekarno menjadi Presiden Indonesia pada tahun 1965.


"Nanti saya akan temui Menhan AS tanggal 25 di Filipina, akan saya tanya ini," ujar Ryamizard Ryacudu saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/10).


Pertemuannya dengan Menhan AS akan berlangsung selama satu jam. Melalui pertemuan tersebut, menurut Ryamizard, ia dapat menanyakan detail informasi mengenai TNI AD yang diduga ingin menghancurkan PKI dan menggulingkan Presiden Soekarno.


"Cukup lama 'kan pertemuan 1 jam. Nah, saya tanya ini," kata Ryamizard Ryacudu.


‎Sekadar informasi, sebanyak 36 dokumen rahasia diplomatik AS diungkap ke publik. Dokumen itu berisi tentang tragedi pembantaian orang-orang yang dituduh berhubungan dengan PKI.‎


Dokumen-dokumen tersebut dibuka oleh National Security Archive (NSA), National Declassification Center (NDC), dan National Archives and Records Administration (NARA). Dokumen ini tebalnya 30 ribu halaman dan berisi berbagai macam catatan Kedutaan Besar AS di Jakarta.


Dokumen-dokumen itu secara khusus menyebutkan pembunuhan massal itu diperintahkan oleh Soeharto (Presiden kedua RI). Perintah itu disebut sebagai upaya kudeta, tapi akhirnya gagal.


Selain itu, disebutkan pula pembantaian itu dibantu oleh Ansor, organisasi sayap Nahdlatul Ulama (NU).‎ Rangkaian dokumen yang berbentuk catatan harian dari tahun 1964-1968 itu menyebutkan, di antaranya tentang upaya TNI AD untuk menyingkirkan Soekarno dan menghancurkan gerakan kiri di Indonesia, eskekusi terhadap pemimpin PKI, serta keterlibatan pejabat Amerika dalam mendukung upaya TNI AD itu.


Disebutkan pula upaya penjatuhan Soekarno itu tidak lepas dari pendekatan TNI AD kepada sejumlah kedutaan besar negara-negara Barat.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore