Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Februari 2017 | 17.26 WIB

Curhat Panjang SBY Rumahnya Didemo Mahasiswa

Susilo Bambang Yudhoyono - Image

Susilo Bambang Yudhoyono

JawaPos.com - Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku jengkel karena kediamannya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, digeruduk oleh massa. Mereka konon sudah diprovokasi dan diagitasi di Kawasan Pramuka Cibubur.

Menurutnya, jambore adalah ajang kegiatan yang edukatif, sementara Pramuka Cibubur adalah kawasan netral politik. Sehingga sangat menyedihkan jika forum dan kawasan terhormat itu dikotori oleh tangan-tangan hitam yang melakukan propaganda untuk menghancurkan lawan-lawan politiknya.

"Para mahasiswa calon-calon pemimpin masa depan itu dicekoki dengan provokasi bahwa SBY adalah perusak negara dan karenanya harus ditangkap. Naudzubillah. Siapa yang merusak negara?," keluh SBY dalam Dies Natalies ke-15 Partai Demokrat di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (7/2) malam.

Menurut SBY sulit dimengerti jika pihak-pihak kekuasaan tidak mengetahui unjuk rasa tersebut digerakan oleh tangan kotor yang diduga dari seoran politikus.  Selain itu, Ketua Umum Partai Demokrat tersebut juga merasa pesimis jika kasus unjuk rasa dan geruduk yang melanggar hukum tersebut, akan  diusut dan dituntaskan oleh penegak hukum.

Karenanya, terhadap semua serangan dan fitnah itu, SBY mengajak para kader Partai Demokrat untuk tetap kuat, tegar dan sabar. Namun, kita harus berikhtiar dan berjuang untuk mengembalikan kehormatan dan harga diri partai.

"Memang tak selalu mudah untuk mendapatkan keadilan. Tetapi saya yakin cepat atau lambat kebenaran dan keadilan akan datang. Yang benar akan benar, yang salah akan salah," ungkapnya.

SBY juga meminta kepada para kader untuk tidak ikut-ikutan menyebarkan fitnah, apapun kesulitan dan permasalahan berat yang Partai Demokrat hadapi. Dia berharap fitnah dijawab dengan kebenaran. "Janganlah kita ikut-ikutan menjadi pengecut yang beraninya menyebarkan fitnah di belakang," tuturnya.

Menurut SBY, Indonesia akan menangis dan tidak akan menjadi negara yang maju dan beradab, jika diisi oleh kaum pengecut dan tidak kesatria. Generasi mendatang juga tidak akan menjadi generasi unggul dan berkepribadian mulia, jika dirusak para pembohong, dan mereka yang jiwanya penuh prasangka, dendam serta kebencian.

"Mari kita selamatkan masa depan negeri ini dari praktik-praktik buruk yang akhir-akhir ini hidup dengan suburnya. Insya Allah kita bisa," pungkasnya. (cr2/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore