Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Januari 2017 | 02.13 WIB

Ini Cara Tahu kemudian Melawan Berita Hoax

RECHECK: Jika menemukan berita yang mencurigakan, selalu cek ulang dan konfirmasi ke situs-situs berita lain yang lebih kredibel. Kalau terbukti hoax, laporkan. - Image

RECHECK: Jika menemukan berita yang mencurigakan, selalu cek ulang dan konfirmasi ke situs-situs berita lain yang lebih kredibel. Kalau terbukti hoax, laporkan.

JawaPos.com - HOAX yang ramai muncul di media sosial dan aplikasi chatting (misalnya grup BlackBerry Messenger dan WhatsApp) harus ditanggapi dengan cerdas dan bijak. Rovien Ayunia, koordinator Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) Surabaya, menyatakan bahwa berita palsu tidak hanya merugikan objek berita. ’’Pembaca pun dirugikan. Karena masyarakat terus-menerus digempur hoax, muncul clash dan kubu-kubu yang rawan selisih paham,’’ jelasnya.


Rovien menjelaskan, bila sudah muncul sekat di antara sesamanya, masyarakat cenderung kurang kritis. Terlebih jika sejak awal pembaca hoax memiliki kecenderungan atau tendensi kepada satu pihak. ’’Berita yang dibaca jadi pembenaran. Mereka cenderung mengabaikan cross-check atau membandingkan berita,’’ ujar perempuan yang tinggal di kawasan Candi, Sidoarjo, tersebut.


Dia mengungkapkan, Mafindo Surabaya merupakan pergerakan baru. Mereka baru mendeklarasikan diri pada Minggu (8/1). Sementara ini, baru ada fanpage Facebook Forum Antifitnah, Hasut, dan Hoax. Di fanpage yang diikuti 32 ribu orang tersebut, para anggota mengunggah hasil konfirmasi terhadap berita hoax yang muncul di situs berita maupun broadcast di aplikasi chatting. Selain itu, banyak posting konsultasi seputar berita hoax yang mereka dapat. Kumpulan hoax beserta konfirmasi tersebut diunggah ke situs data.turnbackhoax.id.


Ibu satu anak itu menuturkan, berdasar hasil ngobrol di forum tersebut, banyak laporan hoax yang justru berasal dari jalur pribadi. ’’Penyebaran dari BlackBerry Messenger dan grup WhatsApp justru lebih kenceng. Soalnya, kalau disebar di media sosial atau situs berita, lebih gampang di-track,’’ kata Rovien.


Laporan sebaran hoax itu ditindaklanjuti di fanpage. ’’Kami sebisa-bisanya mengonfirmasi hoax tersebut,’’ tegasnya. Mafindo bakal memberikan penjelasan, baik berupa berita yang valid maupun konfirmasi dari pihak yang dilibatkan dalam berita hoax tersebut.


Mafindo Surabaya berencana memberikan program edukasi. Terutama di kalangan anak-anak muda. Sebab, mereka adalah pengguna layanan internet terbesar. ’’Sementara ini, kami masih menyusun dokumen untuk program itu. Inginnya, program kami bersifat inklusif dan bisa dinikmati banyak pihak,’’ tutur Rovien. (fam/c14/na/tia)


Editor: Dwi Shintia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore