
Presiden Joko Widodo mengenakan Baju Adat Suku Baduy menyampaikan pidato penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato dalam rangka HUT ke-76 Republik Indonesia pada sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Seni
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak menyinggung komitmennya terhadap pemberantasan korupsi dalam pidato kenegaraan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia (RI). Kepala negara hanya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta lembaga-lembaga negara lainnya yang dinilai tetap bersinergi di tengah pandemi Covid-19.
"Keseimbangan dan saling kontrol antar lembaga negara sangatlah penting dalam sistem ketatanegaraan kita. Tetapi kerja sama, sinergi, serta kerelaan untuk berbagi beban dan tanggung jawab, justru lebih utama dalam menghadapi pandemi," kata Jokowi dalam pidato kenegaraan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/8).
Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada lembaga-lembaga negara, juga kepada Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Ombudsman Republik Indonesia, termasuk Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilihan Umum, atas dukungannya yang konsisten dan produktif selama ini," sambungnya.
Komitmen pemberantasan korupsi di tengah pandemi Covid-19 era Presiden Jokowi lantas dipertanyakan oleh pegiat antikorupsi. Salah satunya, Erwin Natosmal Oemar. Dia mempertanyakan sikap Jokowi yang tidak menyinggung komitmen pemberantasan korupsi.
"Tidak dimuatnya persoalan pemberantasan korupsi dalam pidato kali ini menjadi sinyal yang jelas nirkomitmen Jokowi dalam pemberantasan korupsi," kata Erwin kepada JawaPos.com, Senin (18/6).
Pengamat peradilan ini tak memungkiri, saat ini sedang banyak persoalan terkait komitmen pemberantasan korupsi di tengah pandemi Covid-19. Persoalan lainnya, terkait status kelembagaan KPK dan alih status pegawai JPK yang hingga kini masih menjadi perdebatan.
"Padahal saat ini sedang banyak sekali persoalan kelembagaan yang menyangkut hal ini, seperti polemik status pegawai KPK dan lain-lainnya," cetus Erwin.
Erwin menyebut, Jokowi menutup mata dalam isu pemberantasan korupsi pada periode pemerintahannya.
"Pada sisi lain, dapat juga dibaca bahwa Jokowi sedang menutup mata degradasi pemberantasan korupsi dalam periode pemerintahannya," pungkas Erwin.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
