
KEWASPADAAN: Satgas dari dinas ketahanan pangan memeriksa kesehatan hewan kurban jenis sapi dari Bima, NTB, di Kota Tangerang kemarin (14/6). (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)
JawaPos.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (YSL) memastikan ketersediaan hewan ternak untuk Idul Adha aman. Dia mengatakan, Indonesia memiliki populasi sapi sekitar 16 juta. Dari jumlah tersebut, ada 100 ribuan ekor yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).
’’(Sebanyak) 100 ribuan bukan berarti tidak banyak. Banyak! Kita harus khawatir. Tapi, dibanding 16 juta artinya masih tersedia,’’ ungkapnya saat ditemui di kantor Kemenko PMK kemarin (14/6). Selain itu, kalaupun ternak PMK terdeteksi di suatu desa atau kecamatan, tidak berarti satu kabupaten terpapar. Menurut dia, daerah non-PMK jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan yang terpapar.
Karena itu, dalam menghadapi Idul Adha nanti, daerah-daerah hijau (non-PMK) akan dijadikan sentra pemasok hewan untuk yang masuk zona merah. Pihaknya tengah menggodok berbagai skenario untuk memastikan ternak yang berpindah daerah itu betul-betul sehat. Juga, menjamin hewan-hewan itu tidak menjadi carrier atau pembawa virus.
YSL mengatakan, kans sembuh bagi ternak yang terpapar PMK cukup menjanjikan. Namun, sembuh pun tetap berpeluang menjadi carrier. Karena itu, pihaknya akan berhati-hati.
Bagi daerah yang sudah terdeteksi PMK atau merah, akses ternak untuk keluar akan ditutup rapat. Tidak boleh ada hewan hidup yang keluar dari daerah tersebut. Kecuali sudah disembelih dan dipantau petugas kesehatan hewan. Sementara itu, hewan yang mati paksa akan langsung dikubur.
Saat ini seluruh akses lalu lintas ternak ditutup. Baik udara, laut, maupun darat. Namun, dia tak memungkiri jika masih ada daerah yang kebobolan. Terutama di jalur darat. ’’Lalu, sekarang banyak spekulan dalam tanda petik yang menakut-nakuti rakyat. Harga Rp 30 juta ditakuti jadi dijual Rp 10 juta. Tapi, kami akan tangani itu semua,’’ paparnya.
Terkait vaksin PMK, YSL menyebut vaksin impor masuk sejak Senin (13/6). Vaksin tersebut mulai didistribusikan. Namun, proses itu memerlukan waktu. Dari penampungan vaksin di Bogor untuk kemudian disebar ke berbagai daerah. Terlebih, proses pengirimannya membutuhkan perlakuan khusus. ’’Hari ini (kemarin, Red) disuntikkan di Sidoarjo. Tentu saja berproses, nggak (bisa) sekaligus,’’ pungkasnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
