
Menteri Pemberdayaan Perempuan, I Gusti Ayu Bintang Darmawati/zoom
JawaPos.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyampaikan dukungannya atas lahirnya program Merdeka Belajar: Kampus Merdeka dari Kekerasan Seksual. Program ini sendiei merupakan implementasi Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pecegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi.
Menurutnya, pemenuhan hak dan perlindungan warga negara adalah hal penting dalam kemerdekaan bangsa. Kemerdekaan pun bukan hanya pengakuan, tapi juga kepastian mendapatkan kesetaraan kehidupan aman dan nyaman.
"Dalam menyikapi kondisi darurat kekrasan skesual ini, kami mendukung penuh hadirnya Permendikbudristek 30/2021 atau permen PPKS," ucapnya dalam peresmian Merdeka Belajar Episode 14, Jumat (12/11).
Meski 76 tahun indonesia merdeka, nyatanya tidak semuanya merdeka, berbagai ketimpangan yang masih terjadi menempatkan anak dan perempuan selaku kelompok rentan pada sejumlah isu yang mengancam kualitas hidupnya. Salah satunya adalah kekerasan seksual yg masih tumbuh subur di berbagai ruang, termasuk perguruan tinggi.
"Yang lebih memprihatinkan bahwa fakta di lapangan menunjukkan kekerasan seksual di perguruan tinggi seringkali tidak tertangani dengan semestinya, sehingga memberikan dampak luar biasa terhadap kondisi mental dan fisik daripada korban," ungkap dia.
Hal ini tentunya menguatkan upaya pihaknya untuk memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak-anak Indonesia, sekaligus menjadi regulasi tepat untuk mencegah dan menangani berulangnya kekerasan seksual di kampus.
"Sekaligus terus memperjuangkan pengesahan regulasi dan sistem hukum penanganan kekerasan seksual yang lebih komprehensif," tuturnya.
Pihaknya pun berharap setiap sivitas akademika dapat menangkap semangat daripada Permendikbudrisrek ini dan penuh semangat menghidupkan lingkungan kampus yang aman dengan berlandaskan pada kesetaraan dan keadilan.
"Kolaborasi seluruh lapisan masyarakat dalam proses implementeasi PPKS ini diharapkan untuk menjadikan perguruan tinggi untuk membumikan kemerdekaan, membangun peradaban dan mendorong kemajuan untuk meraih Indonesia maju yang kita cita-citakan. Perempuan berdaya, anak terlindungi dan Indonesia maju," tutut Bintang. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022