
Petugas pemakaman saat memakamkan jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta, Selasa (6/7/2021). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Selasa (6/7/2021), kasus kematian akibat Covid-19 bertambah 728. Jumlah ini
JawaPos.com - Covid-19 masih menggila di Indonesia. Setiap hari puluhan ribu orang dinyatakan positif. Beruntung mereka yang tidak memiliki gejala berat dan bisa melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun, bagi yang bergejala berat tentu penyakit ini menjadi ancaman serius, tak sedikit yang harus meregang nyawa.
Kondisi ini dialami oleh seorang pria berinisial E dengan usia sekitar 60 tahun. Warga Perumahan Lempongsari, Sleman, Jogjakarta itu dinyatakan meninggal setelah 3 hari terpapar Covid-19. Mirisnya, dia sama sekali tidak mendapat perawatan selama terpapar.
Akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta, Fahmy Radhi menceritakan kondisi E yang notabennya adalah tetangganya sebelum meninggal. Korban terkonfirmasi positif Covid-19 pada 9 Juli 2021. Keesokan harinya, korban keliling Jogjakarta untuk mencari rumah sakit. Namun, tak ada satu pun rumah sakit yang menerima.
Pada akhirnya, korban meninggal pada 11 Jui 2021 sekitar pukul 14.00 WIB. "Kondisi memburuk, sesak nafas dan saturasi 85. Dengan naik Grab, mencari Rumah Sakit di Jogjakarta, tapi tidak ada satu pun Rumah Sakit yang bisa merawat karena pasien penuh," kata Fahmy saat dihubungi JawaPos.com, Senin (12/7).
Fahmy menuturkan, korban memang memiliki penyakit bawaan atau komorbid. Dia memiliki riwayat sakit diabetes, jantung dan stroke. Karena tak ada rumah sakit yang menampung, Fahmy hanya bisa membantu dengan meminjamkan tabung oksigen mini yang pernah dipakainya saat terpapar Covid-19.
Setelah diberi oksigen, saturasi korban mulai membaik. Namun, masalah muncul setelah oksigen habis. Keluarga korban sempat berusaha mencari pengisian ulang oksigen, namun tidak berhasil. Akibatna kondisi korban kembali memburuk.
Pihak Puskesmas setempat selaku Satgas Covid-19 juga tidak banyak membantu. Puskesmas hanya memberikan resep, namun obat yang hendak ditebus habis saat dicari di apotek. Nyawa korban akhirnya tidak dapat tertolong.
"Satgas Covid-19 tingkat RT baru bisa memakamkan jam 21.00 WIB. Sampai meninggal dunia, Satgas tidak datang. Baru pada saat pengurusan jenazah satgas yang melakukan, itu pun sudah jam 21.00," jelas Fahmy.
Fahmy meminta kepada pemerintah agar lebih memperhatikan nasib warga supaya peristiwa semacam ini tidak terulang. Sebab, hal sepetti ini diperkiraka banyak terjadi juga di tempat lain.
"Pada saat rumah sakit, gas oksigen, dan obat dibutuhkan pasien Covid-19 habis, yang menyebabkan kematian rakyat, pejabat publik pusat dan daerah harus mengusahakannya dengan berbagai cara," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022