JawaPos Radar

Forum Honorer K2 Tuding Formasi CPNS 2018 Tidak Adil

11/09/2018, 16:02 WIB | Editor: Ilham Safutra
Forum Honorer K2 Tuding Formasi CPNS 2018 Tidak Adil
Menteri PANRB Syafruddin ketika bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (RAKA DENNY/JAWAPOS)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah memberikan ruang bagi putra putri bangsa untuk mengabdi pada negara menjadi PNS. Makanya jumlah formasi CPNS 2018 mencapai 238.015 orang. Hanya saja formasi sebanyak itu dianggap belum memberikan keadailan bagi tenaga honorer K-2.

Diketahui, formasi 238.015 orang itu terdiri atas 51.271 formasi untuk 76 instansi pemerintah pusat dan 186.744 formasi untuk 525 instansi pemerintah daerah.

"Kami berharap, melalui pengadaan CPNS ini, dapat direkrut putra-putri terbaik bangsa," ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin kemarin (10/9).

Forum Honorer K2 Tuding Formasi CPNS 2018 Tidak Adil
Tenaga honorer di Banten. (Qodrat/Radar Banten/Jawa Pos Group)

Syafruddin menjamin pengadaan CPNS 2018 dilaksanakan melalui sistem seleksi yang ketat, transparan, bersih, dan bebas dari praktik KKN. "Semua harus mengikuti seleksi, baik untuk formasi umum maupun formasi khusus," imbuhnya.

Selain formasi umum, pemerintah menyiapkan formasi khusus untuk beberapa kriteria. Yang pertama adalah lulusan terbaik berpredikat cum laude, penyandang disabilitas, putra-putri asal Papua dan Papua Barat, diaspora, olahragawan berprestasi internasional, serta tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dari tenaga honorer kategori 2 (K-2) atau yang gajinya tidak dibiayai APBN/APBD.

Dalam rekrutmen tahun ini, pemerintah memberikan kuota 13.347 untuk CPNS dari golongan tenaga honorer K-2. Itu pun terbatas pada tenaga guru dan tenaga kesehatan.

Tenaga honorer K-2 yang tidak memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi CPNS tidak perlu berkecil hati. "Mereka dapat mengikuti seleksi sebagai PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, Red) setelah PP-nya ditetapkan pemerintah," tutur Syafruddin.

Ketua Forum Honorer K-2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih mengatakan, formasi yang ditetapkan pemerintah tidak adil. Dia menyebutkan, 90 persen tenaga honorer K-2 terdiri atas orang-orang berusia di atas 35 tahun. "Jauh dari harapan," ucapnya. 

(tau/c9/tom)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up