Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Maret 2021 | 19.36 WIB

Kubu AHY Minta Damrizal Jangan Baper Seperti Sinetron Korea

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (tengah) didampingi pendukungnya berjalan memasuki Kementerian Hukum dan HAM untuk menyerahkan berkas keabsahan organisasi dan AD/ART partai di Jakarta, Senin (8/3/2021). AHY meminta pemerintah men - Image

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (tengah) didampingi pendukungnya berjalan memasuki Kementerian Hukum dan HAM untuk menyerahkan berkas keabsahan organisasi dan AD/ART partai di Jakarta, Senin (8/3/2021). AHY meminta pemerintah men

JawaPos.com - Politikus Partai Demokrat kubu Moeldoko, Damrizal menangis dan menumpahkan penyesalannya karena pernah mambantu memenangkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi ketua umum.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat kubu AHY, Herzaky Mahendra Putra meminta Damrizal yang sudah dipecat ini untuk tidak beper. Sebab seolah-olah dialah yang paling peduli dan punya jasa bagi Partai Demokrat.

"Mantan kader jangan baper. Bukan sinetron korea ini. Jangan buat drama. Pas kami butuh bantuan di Pileg 2019, pas survei Demokrat jatuh-jatuhnya, sekitar 3-4 persen, dengan ancaman gagal electoral threshold, Darmizal malah kabur menjadi Relawan Jokowi," ujar Herzaky kepada wartawan, Kamis (11/3).

Oleh sebab itu, dia mempertanyakan apakah itu mencerminkan kader yang setia dan militan. Kalau sudah berkhianat sebelumnya. Tidak heran kalau kemudian berkhianat lagi dengan membawa-bawa orang luar untuk dijadikan ketua umum dalam KLB dagelan yang tidak sah dan tidak dihadiri pemilik suara.

"Mana mungkin teman-teman pemilik suara curhat ke Darmizal? Dari dulu juga Darmizal bukan siapa-siapa di Partai Demokrat. Apalagi ngaku-ngaku berjasa dorong Pak SBY jadi Ketum Demokrat," katanya.

Menurut Herzaky, kader-kader senior yang tahu tindak-tanduk Darmizal di jaman dulu, hanya bisa geleng-geleng dan mengelus dada aja dengar bualan Darmizal.

"Sekarang saja, hanya karena dekat dengan oknum kekuasaan, seakan-akan seperti orang yang peduli Partai Demokrat," ungkapnya.

Herzaky juga meminta kepada Damrizal untuk tidak mengada-ada soal DPP di bawah AHY tidak pernah mengeluarkan aturan setoran DPD-DPC. Yang ada itu AHY mengembangkan semangat solidaritas sosial, agar para kader di berbagai tingkatan secara swadaya membantu masyarakat terdampak pandemi dan bencana di sekeliling mereka.

Kader-kader setia dan militan sangat bersemangat dengan gaya kepemimpinan AHY ini di Partai Demokrat. Memberikan kebanggaan dan gairah baru bagi organisasi. Menekankan kalau Demokrat berkoalisi dengan rakyat itu nyata.

"Itulah nyanyian sumbang mantan kader yang sudah dipecat," tegasnya.

Sebelumnya, salah satu penggagas KLB Demokrat Deli Serdang, Darmizal menangis sesenggukan di hadapan wartawan saat menggelar konferensi pers di salah satu restoran di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/3).

Darmizal menangis usahanya yang merasa tak dihargai ketika telah berupaya mengumpulkan para Ketua DPD dan DPC agar memilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mejadi ketua umum partai pada 2015 silam. Damrizal mengaku menyesal dan membuatnya sedih.

"Saya sangat menyesal pernah menjadi aktor tim buru sergap untuk mendatangi ketua-ketua DPD, mengumpulkan ketua-ketua DPC agar mereka berbulat tekad membangun kemistri agar pak SBY yang dipilih pada kongres 2015 di Surabaya," kata Damrizal.

Penyesalan tersebut menurut Damrizal membuat suasana hatinya menjadi melankolis. Kemudian ia pun tiba-tiba meneteskan air matanya.

"Hari ini saya kepada seluruh DPC seluruh DPD Partai Demokrat minta maaf, saya menyesal, saya nggak tahu kalau akan lahir rezim diktator ini," tuturnya sambil menangis.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=gL_WSlD8VC8

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore