Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Agustus 2021 | 21.15 WIB

Potensi Alam dan SDM Indonesia Belum Cukup untuk Jadi Negara Maju

Suasana gedung perkantoran di Jakarta, Kamis (5/8/2021). Badan Pusat Statistik mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2021 sebesar 7,07 % secara year on year (YoY). Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2021 ini lebih - Image

Suasana gedung perkantoran di Jakarta, Kamis (5/8/2021). Badan Pusat Statistik mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2021 sebesar 7,07 % secara year on year (YoY). Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2021 ini lebih

JawaPos.com - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lakasana Tri Handoko menuturkan, potensi alam serta sumber daya manusia yang tinggi belum cukup dalam memajukan Indonesia. Perlu adanya inovasi yang menjadi kunci kemajuan Indonesia.

"Potensi Indonesia sangat besar dalam keanakaragaman hayati sumber daya alam, sumber daya manusia. Tapi potensi itu tidak bisa membuat kita menjadi negara maju. Kita perlu mendorong hadirnya inovasi berbarengan dengan pengasaan riset sebaga basis pertumbuhan," jelas dia dalam Peringatan Harteknas ke-26 secara daring, Selasa (10/8).

Untuk mencapainya, seluruh pemangku kepentingan diminta untuk membangun ekosistem riset inovasi yang kuat. Dengan ekosistem yang dibangun ini, maka kontribusi riset dan inovas dalam aspek kehidupan dapat dirasakan. "Sumbangsih riset dan inovasi akan menghasilkan berbagai solusi yang dapat menyelesaikan tantangan yang dihadapi pemerintah, industri maupun masyarakat," terangnya.

Menurut dia, kekuatan riset dan inovasi itu sudah di depan mata. Khususnya ketika ada Undang-undang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek) nomor 11 tahun 2019.

"UU itu menjadi kunci dan pondasi yang kokoh untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Indonesia. Ekosistem ilmiah ini yang kita yakini bisa menghasilkan invensi dan inovasi berkualitas untuk pembangunan sosial ekonomi yang merata dan berkelanjutan," tambahnya.

Untuk itu, BRIN akan bertanggungjawab dalam menciptakan ekosistem riset dan inovasi tersebut. Mulai dari pengintegrasian program, anggaran dan sumber daya yang ada.

"Sehingga kita dapat menghasilkan landasan ilmiah dalam perumusan dan penetapan kebijakan pembangunan atau science based policy, Sebagaimana kita juga melakukan pelaksanaan, pengembangan, penelitian, pengkajian dan penerapan untuk riset dan inovasi," tegas Handoko. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore