alexametrics

Paspampres Minta Petugas Penyekatan Pahami Aturan

Pastikan Masalah di Pos Daan Mogot Selesai
9 Juli 2021, 10:46:56 WIB

JawaPos.com – Penyekatan mobilitas masyarakat selama PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) darurat tidak sedikit menimbulkan gesekan. Salah satunya terjadi di Pos Penyekatan Daan Mogot, Jakarta Barat. Seorang personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) bernama Praka Izroi sempat dilarang melintas pos tersebut oleh petugas gabungan.

Ketika melintas pada Rabu lalu (7/7) itu, Praka Izroi diminta menjelaskan tujuannya. Kepada petugas, dia sudah menyampaikan bahwa dirinya adalah personel Paspampres yang akan berangkat kerja. Tapi, penjelasan itu tidak langsung mendapat lampu hijau. Dalam rekaman video yang diterima Jawa Pos kemarin (8/7), Izroi sempat ditanyai lebih lanjut oleh petugas. Bahkan dipaksa menunjukkan kartu tanda anggota (KTA).

Menyikapi hal itu, Komandan Paspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto mengatakan bahwa persoalan di lapangan muncul lantaran masih ada aparat di pos penyekatan yang belum paham betul aturan PPKM darurat. ”Aturan PPKM darurat belum dipahami petugas di lapangan, tentang sektor esensial, nonesensial, kritikal,” bebernya.

Dia menegaskan, mestinya yang bertugas di sektor esensial dan kritikal tidak dihambat di pos penyekatan. Selain itu, petugas yang berjaga mestinya bisa lebih persuasif. Karena itu, pihaknya menyayangkan insiden tersebut.

”Apabila aturan tidak dipahami petugas, maka akan terjadi miskomunikasi antara warga yang bekerja di sektor yang ditentukan dengan petugas PPKM,” bebernya.

Agus menyatakan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan Polri dan seluruh komandan satuan TNI terkait hal tersebut. ”Anggota Paspampres 75 persen tinggal di luar asrama Paspampres, tersebar di wilayah Jabodetabek. Setiap hari pulang pergi berdinas dan akan melewati titik-titik penyekatan,” jelasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : syn/c17/ttg

Saksikan video menarik berikut ini:


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads