alexametrics

Pertanyaan Ngawur, Lakpesdam NU Minta Jokowi Batalkan TWK Pegawai KPK

8 Mei 2021, 15:02:49 WIB

JawaPos.com – Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang dilakukan terhadap pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disorot lantaran pertanyaan-pertanyaan yang tak semestinya. Bahkan sebanyak 75 pegawai KPK dinyatakan tidak lulus menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama (NU), Rumadi Ahmad mengatakan pertanyaan TWK terhadap 1.351 pegawai KPK justru menunjukkan hal yang aneh, lucu, rasis, diskriminatif, dan berpotensi melanggar hak asasi manusia (HAM).

“Sebagai contoh, terdapat sejumlah pewawancara yang menanyakan kepada sejumlah pegawai KPK dengan pertanyaan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, yaitu mengapa umur segini belum menikah? Masihkah punya hasrat? Mau enggak jadi istri kedua saya? Kalau pacaran ngapain saja? Kenapa anaknya sekolah di Sekolah Islam (SDIT)? Kalau salat pakai qunut enggak? Islamnya Islam apa? dan Bagaimana kalau anaknya nikah beda agama?,” ujar Rumadi kepada wartawan, Sabtu (8/5).

Oleh sebab itu, pertanyaan-pertanyaan tersebut sama sekali tidak terkait dengan wawasan kebangsaan, komitmen bernegara, dan kompetensinya dalam pemberantasan korupsi.

“Pertanyaan-pertanyaan ini ngawur, tidak profesional, dan mengarah kepada ranah personal (private affairs) yang bertentangan dengan Pasal 28 G Ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi,” katanya.

Rumadi mengatakan, dengan tidak lolosnya 75 pegawai KPK tersebut tampak digunakan untuk mengeluarkan dan menyingkirkan sejumlah pegawai KPK yang berseberangan dengan penguasa dan mengancam pihak-pihak yang terlibat dalam persekongkolan korupsi yang ditangani KPK.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads