
KEJAR: Aparat gabungan TNI-Polri saat melakukan penyisiran KKB di sekitar Bandara Aminggaru, Ilaga, Kabupaten Puncak, kemarin (4/6). (ANTARA HO-HUMAS SATGAS NEMANGKAWI)
JawaPos.com - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) mengamcam akan menembak mati warga non asli Papua jika tidak meninggalkan wilayah konflik di Bumi Cenderawasih tersebut. Anggota Komisi I DPR, Syaifullah Tamliha mengatakan, UUD 1945 mengamanatkan bahwa negara wajib melindungi warganya. Atas dasar itu, dia menilai acaman tersebut harus menjadi perhatian pemerintah.
"Itu kan bentuk teror, sebagai negara yang berdaulat negara harus hadir di tengah-tengah ancaman itu," ujar Tamliha kepada JawaPos.com di Gedung DPR, Jakarta, Senin (7/6).
Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menambahkan, TNI dan Polri perlu turun tangan meredam ancaman yang dilakukan oleh KKB. "Maka dari itu TNI dan Polri agar melakukan langkah yang tegas kepada kelompok itu," katanya.
Warga non asli Papua juga diharapkan tetap berada di tempatnya dan tidak perlu meninggalkan Bumi Cenderawasih. Namun tetap dalam pantauan TNI dan Polri.
"Warga non-Papua tetap saja tinggal di situ, dengan jaminan dilindungi TNI dan Polri," ungkapnya.
Tamliha meminta, TNI dan Polri untuk terus memburu KKB tersebut. Dia juga mendesak TNI dan Polri mencari pemasok dana ke KKB tersebut.
"Jadi tumpas dan cari sumber dananya," tuturnya.
Sebelumnya, KKB benar-benar berupaya meneror warga Papua. Kelompok yang menamai dirinya sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat –Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) memberikan ultimatum terhadap warga, khususnya warga nonasli Papua untuk keluar dari wilayah konflik.
Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menuturkan, bila tidak mengindahkan peringatan TPNPB-OPM, maka pasukan siap untuk menembak mati masyarakat. ”Risiko silakan tanggung sendiri,” ujar Sebby.
Warga yang harus keluar dari wilayah konflik itu, merupakan orang non-Papua. "Semua imigran Indonesia yang mencari makan di negeri Bangsa Papua segera tinggalkan wilayah konflik bersenjata," tuturnya.
Versi TPNPB-OPM, ada sejumlah wilayah konflik bersenjata yakni Puncak Papua, Intan Jaya, dan Ndugama. Peringatan itu resmi dikeluarkan oleh TPNPB-OPM. "Peringatan ini terpaksa kami keluarkan," paparnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
