
PASIEN TERUS BERDATANGAN: Tenda medis di Rumah Sakit Lapangan Indrapura, Surabaya, kemarin (5/7). (ALLEX QOMARULLA/JAWA POS)
JawaPos.com - Lonjakan kasus Covid-19 membuat beberapa rumah sakit kewalahan. Di Surabaya, tingginya bed occupancy ratio (BOR) mengakibatkan sejumlah rumah sakit overload. Beberapa RS bahkan terpaksa menutup sementara layanan untuk pasien Covid-19.
Penutupan layanan itu, antara lain, dilakukan Rumah Sakit Islam Surabaya (RSIS) Jemursari. Sejak Sabtu (3/7), RS tersebut mengumumkan melakukan lockdown pada pelayanan IGD untuk pasien Covid-19. Alasannya, fasilitas tidak memungkinkan dan kendala pada tenaga kesehatan (nakes).
Total hingga kemarin ada 54 nakes di sana yang terpapar Covid-19. Yang paling banyak adalah apoteker. Lalu, asisten apoteker, dokter spesialis (seperti urologi dan obgyn), dan pegawai operasional. "Kemungkinan masih akan nambah karena hari ini (kemarin, Red) dilakukan tes PCR pada beberapa sekretariat direksi," ujar Direktur RSIS Jemursari dr Bangun Trapsila Purwaka SpOG (K) KFM kepada Jawa Pos kemarin.
Bangun menjelaskan, keputusan lockdown bukan perkara mudah bagi RS. Pihaknya sempat mendapat bully maupun protes dari masyarakat. ”Kami ini membantu, tapi tolong juga dimengerti. Ojok di-bully, diseneni wong akeh. Karena terus terang sebetulnya kami ndak mau nutup. Itu eyel-eyelane berat. Tapi, mau bagaimana lagi. Sudah tidak ada tempat dan nakes kami pun burnout, kecapekan,’’ terang dokter yang juga mantan direktur RSUD dr Soedono Madiun itu.
Kebijakan lockdown diambil demi bisa mengurai ruangan IGD yang penuh oleh pasien Covid. Selain itu, demi menjaga kondisi dan mental nakes agar mereka tidak menanggung beban yang terlampau berat. Bangun mengungkapkan, rata-rata pasien stuck di IGD selama 3–4 hari. Mereka belum bisa dipindahkan karena ruang isolasi sedang full.
Pemkot Jogja Siapkan Selter
Pemkot Jogja berencana menyiapkan selter tambahan unit isolasi terpusat di Rumah Susun Sederhana (Rusunawa) Gemawang di wilayah Sleman. Selter Gemawang milik DIY itu siap digunakan pada pekan depan.
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, saat ini tengah dilakukan berbagai persiapan di Rusunawa Gemawang sebelum digunakan. Termasuk melakukan berbagai perbaikan sarana dan prasarana. ’’Mulai minggu depan kita akan membuka selter Gemawang di wilayah Sleman. Saat ini sedang dilakukan perbaikan dan renovasi seperlunya,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Jogja kemarin (5/7).
Wakil wali kota Jogja itu menjelaskan, Rusunawa Gemawang dengan kapasitas 34 kamar diperuntukkan pasien dengan kondisi rumah yang tidak layak untuk isolasi mandiri (isoman). Dengan catatan, orang tanpa gejala (OTG) yang mendapat rekomendasi isoman dari puskesmas setempat.
Satgas Oksigen di Jateng
Di Semarang, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga membentuk Satgas Oksigen. Anggotanya sejumlah instansi, termasuk Ditreskrimsus Polda Jateng. Satgas Oksigen dibentuk untuk memastikan suplai oksigen di Jateng aman.
Ganjar mengatakan, Satgas Oksigen bertugas menghitung seluruh stok oksigen di Jateng. Jumlahnya berapa, ada di mana saja, dan berapa kebutuhan yang diminta rumah sakit. ’’Jadi, semua bisa ditangani sesuai data. Ini inline dengan hasil rapat kemarin bersama Menko Marinvest, menteri kesehatan, dan lainnya terkait oksigen,’’ jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Satgas Oksigen, lanjut Ganjar, akan menampung keluhan-keluhan dari rumah sakit di Jateng. Selain itu, satgas juga diminta membantu, memfasilitasi, termasuk mencarikan jalan keluar untuk pemenuhannya. ’’Kami minta sedikit ngoyak-oyak. Kenapa ini penting dilakukan agar tidak ada delay berkepanjangan. Karena bisa berakibat fatal bagi pasien,’’ jelasnya.
Baca juga: Luhut: Produksi Oksigen Dialihkan untuk Medis
Sementara itu, Pj Sekda Jateng Prasetyo Aribowo menerangkan, kebutuhan oksigen di Jateng saat ini 424.940 meter kubik per hari. Jumlah tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasien di ICU maupun isolasi di rumah sakit serta tempat isolasi terpusat. ’’Kami telah berkoordinasi dengan seluruh perusahaan penyedia oksigen dalam rangka pemenuhan ini. Kami juga melakukan pendataan terkait kebutuhan riil di lapangan agar manajemennya terkendali,’’ ucapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022