Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Juni 2022 | 16.46 WIB

Pakan jadi Penentu Daging Lebih Sehat, Ini 3 Tips Memilih Hewan Kurban

TAK SERAMAI TAHUN LALU: Denny mengecek hewan kurban yang dijualnya kemarin. Tahun ini hewan kurban yang dijual tidak banyak. (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

TAK SERAMAI TAHUN LALU: Denny mengecek hewan kurban yang dijualnya kemarin. Tahun ini hewan kurban yang dijual tidak banyak. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com - Di tengah merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak seperti sapi dan kambing, masyarakat diminta lebih selektif untuk memilih hewan kurban dalam menyambut Hari Raya Idul Adha. Idul Adha identik dengan pemotongan hewan kurban seperti sapi dan kambing.

Dalam acara The Learning Farm (TLF) menyosialisasikan pentingnya asupan nutrisi yang sehat dan pemeliharaan lingkungan untuk memberdayakan pemuda rentan, pemilihan pakan ternak ternyata dapat melestarikan lingkungan dalam berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan. Selain itu penting juga memerhatikan Peningkatan Pengelolaan Air Limbah (Waste Water Management Improvement) melalui program pertanian organik.

"Ini demi pelestarian lingkungan hidup dan untuk mengurangi dampak lingkungan hingga 50 persen," kata
Grant Senjaya dari PT Ajinomoto Indonesia kepada wartawan baru-baru ini.

Dokter hewan Erlina Swardani mengatakan ada beberapa syarat untuk memilih hewan ternak yang sehat seperti sapi dan kambing. Ia menyebutkan sapi terdiri dari 2 macam yakni sapi potong dan sapi perah dan masing-masing memerlukan kebutuhan nutrisi yang berbeda. Sapi potong diperuntukkan untuk penggemukan badan. Sapi perah diperuntukkan untuk produksi susu.

"Jadi dari perhitungan jumlah pakannya pun berbeda. Bekatul berapa jumlah proteinnya berapa, karbonya, lemaknya, kami hitung," katanya kepada wartawan baru-baru ini.

Maka menurutnya, ada beberapa hal yang membuat sapi dan kambing lebih sehat serta berkualitas. Salah satunya adalah ditentukan oleh pakan ternak.

"Kalau pakan ternak kekurangan protein bisa menggunakan tepung ikan, tapi kan mahal ya. Maka kita dapat menggunakan Fermented Mother Liquor (FML) untuk digunakan sebagai suplemen pakan ternak," jelas drh. Erlina.

Bagaimana tips memilih hewan ternak yang sehat? Ini cara mudahnya:

1. Bobot Hewan

Saat hewan ternak diberi pakan ternak yang cukup dan bergizi baik, maka akan meningkatkan selera makan ternak menjadi lebih besar. Hal itu akan memengaruhi bobotnya agar cukup dan layak menjadi hewan kurban.

"Memang kalau Idul Adha yang dipilih pasti ternak yang sehat, apalagi sekarang booming PMK. Beratnya juga yang pas, kita harus bisa bedakan di mana sapi pakannya terserap sempurna," jelasnya.

Menurut drh. Erlina, hewan ternak yang sehat memiliki tekstur daging yang baik. Hal itu menandakan pakan terserap sempurna.

"Kalau pakan terserap sempurna biasanya dagingnya itu di sapinya kelihatannya ototnya keset. Kalau banyak minum, malah lebih bergelambir," katanya.

2. Pastikan Hewan Ternak

Hewan ternak yang diperbolehkan adalah unta, kambing, domba, sapi, kerbau. Tentunya semua hewan ini sudah memenuhi ketentuan sebagai hewan ternak yang sehat dan layak untuk dikurbankan.

3. Umur Hewan Kurban

Dalam laman BAZNAZ disebutkan, umur hewan yang dikurbankan penting karena hewan kurban memiliki umur yang disyaratkan berbeda-beda. Jika Anda ingin berkurban kambing atau domba, umur yang disyaratkan memenuhi kriteria kurban adalah yang minimal berumur 1 tahun. Kemudian, jika Anda ingin berkurban sapi atau kerbau, maka umur yang masuk kriteria kurban adalah 2 tahun.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore