Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Februari 2020 | 06.16 WIB

Ingin Warganya Bisa Dikarantina, Timor Leste Minta Bantuan Indonesia

JKT 1-MENKOPOLHUKAM MENLU BERTEMU XANANA GUSMAO-FED (4) - Image

JKT 1-MENKOPOLHUKAM MENLU BERTEMU XANANA GUSMAO-FED (4)

JawaPos.com -  Pemerintah Timor Leste meminta bantuan kepada Indonesia untuk menyediakan tempat karantina bagi warga negaranya yang dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok. Permintaan itu langsung diungkapkan oleh Menteri Perencanaan dan Investasi Timor Leste Xanana Gusmao.

Menurut Xanana, Timor Leste tidak memiliki fasilitas mumpuni untuk melakukan karantina terkait wabah virus korona. Sementara, Indonesia merupakan negara yang memiliki kapasitas melakukannya.

"Kami enggak punya fasilitias, enggak punya apa-apa. Karena itu kami minta bantuan pada pemerintah Indonesia," ujar Xanana setelah berkunjung ke kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (4/2).

Xanana percaya, Indonesia akan memberikan bantuan ke Timor Leste. Karena punyaa pengalaman dalam menghadapi wabah virus. "Saya percaya karena Indonesia punya kemampuan yang lebih besar dari pada kami, akan membantu kami untuk mengatasi situasi ini," ucap dia.

Namun, menurut Xanana, kedatangannya ke Kemenko Polhukam bukan untuk meminta bantuan itu. Tapi lebih pada pembahasan soal perbatasan negara antara Indonesia dengan Timor Leste. "Tidak. Itu (bantuan karantina, red) antara pemerintah. Saya utusan untuk Menteri land border," Kata dia.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPR Sukamta meminta pemerintah berhati-hati dalam merespons permintaan Pemerintah Timor Leste yang meminta bantuan untuk mengarantina warganya yang baru kembali dari Wuhan, Tiongkok.

Sukamta mengaku khawatir, jika pemerintah Indonesia mengabulkan, nanti warga di sekitar lokasi akan menolak seperti yang terjadi di Natuna.

"Ada kemungkinan penolakan seperti di Natuna. Walaupun kalau Pemerintah memandang perlu membantu negara tetangga," ujarnya.

Sukamta menyerahkan kepada pemerintah apakah permintaan bantuan itu nantinya akan dipenuhi atau tidak.

"Ya kalau pemerintah melihat ada peluang membantu dan secara teknis memungkinkan, bagus. Ini kan masalah kemanusiaan," katanya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore